JAKARTA – Penduduk Indonesia mulai mengartikan warisan tak lagi sekadar aset finansial yang diteruskan bagi keturunan berikutnya.
Lantaran angka harapan hidup kian melonjak, ketahanan dalam urusan kesehatan ataupun finansial saat ini kian dinilai sebagai "warisan" paling berharga untuk sanak keluarga.
Hasil tersebut terlihat dari Manulife Asia Care Survey 2026 yang memaparkan bahwa sejumlah 93 persen warga Indonesia menilai ketahanan serta kemandirian finansial selaku "warisan" modern yang hendak diserahkan kepada keluarga.
Capaian tersebut melampaui standar rata-rata kawasan Asia yang ada di level 82 persen.
Riset ini turut mendapati, warga Indonesia umumnya memproyeksikan alokasi 60 persen dari simpanan finansial mereka demi menyokong ketahanan diri, utamanya bagi pemenuhan kesehatan serta penanganan di hari tua.
Adapun 40 persen sisanya dialokasikan guna diwariskan bagi anak dan famili.
Hasil riset ini mengindikasikan pergantian nilai pada struktur keluarga Indonesia.
Beriringan dengan meluasnya pemahaman terkait usia harapan hidup yang kian membentang, menjalani hidup lebih lama tak lagi sekadar dimaknai selaku momen mengecap masa tua, melainkan juga kewajiban untuk membekali diri supaya tetap berdiri sendiri dan tidak merepotkan keturunan selanjutnya.
Presiden Direktur & CEO PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Lauren Sulistiawati menyampaikan, luaran riset menandakan warga Indonesia makin memahami bahwa umur panjang patut diimbangi lewat perencanaan yang kian matang.
"Temuan Manulife Asia Care Survey 2026 menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin menyadari bahwa hidup lebih lama perlu diiringi dengan persiapan yang lebih matang," kata Lauren dalam siaran pers, Selasa (28/7/2026).
"Kemandirian di usia lanjut kini dipandang sebagai salah satu bentuk kepedulian terbesar yang dapat diberikan kepada keluarga. Ketika seseorang mampu menjaga kesehatan dan kesiapan finansialnya, ia tidak hanya melindungi dirinya sendiri, tetapi juga membantu generasi berikutnya melangkah lebih ringan," ujar dia.
Dirinya menyambung, berbekal 41 tahun kiprahnya di Tanah Air, Manulife berikhtiar menyertai publik merancang masa depan yang kian panjang lewat proteksi serta opsi yang memfasilitasi mereka bertindak lebih mandiri dan optimis.
Kajian ini menjaring lebih dari 9.000 partisipan pada sembilan negara kawasan Asia, mencakup 1.000 partisipan dari Indonesia.
Studi tersebut meneliti sudut pandang publik terkait umur panjang, kondisi kesehatan, peran selaku pengasuh, kesiapan hari tua, hingga kesejahteraan finansial.
Manulife Asia Care Survey 2026 turut membuktikan, bagi penduduk Indonesia, kebebasan pada masa senja tak sekadar berarti mengantongi kepastian finansial, namun juga kecakapan buat terus mandiri.