Prabowo Evaluasi Program Kerja dan Subsidi Pemerintah

Selasa, 21 Juli 2026 | 10:47:23 WIB
Presiden Prabowo Subianto (FOTO: NET)

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta Kementerian Sosial serta Kementerian Perumahan Rakyat guna mempelajari pemberian bantuan berupa bahan bangunan pada program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS).

Langkah tersebut dimaksudkan supaya penerima bantuan menjadi lebih banyak.

"Bantuan penerimaan perumahan stimulan swadaya Rp 20 juta, 400 ribu penerima manfaat. Menteri perumahan dan sosial, dikaji kembali apakah ditambah penerima manfaat, sehingga indeksnya bisa dikurangi, kami tidak kasih uang tetapi kasih bahan. Kasih semen, kasih genteng, kayu, kasih baja ringan dan sebagainya supaya lebih banyak penerima,” ujar Prabowo, saat Sidang Kabinet Paripurna, dikutip Selasa (21/7/2026).

Dia menambahkan, fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) mencapai Rp 720 ribu per bulan, untuk 1,7 juta rumah tangga.

Selain itu, Prabowo turut membeberkan beberapa subsidi maupun bantuan lainnya bagi masyarakat.

Salah satunya yaitu subsidi LPG kepada 66,4 juta rumah tangga.

“Subsidi LPG 66,4 juta rumah tangga. Dua kali Malaysia. 12 kali Singapura. Boleh juga yah pemerintah RI. saudara bangga jadi menteri, bangga jadi pemerintah Indonesia, saudara tanpa kami sadari what we have achieve, dan saya selalu katakan mari kami sadar ini prestasi kami bersama dari zaman Bung Karno sampai sekarang,” kata Prabowo.

Di samping itu, Prabowo menuturkan subsidi serta kompensasi solar 488 ribu rumah tangga.

Selanjutnya kompensasi pertalite Rp 980 ribu untuk 33.787364 juta rumah tangga.

"Subsidi dan kompensasi listrik Rp 130 ribu-Rp 150 ribu per bulan. 87 juta rumah tangga hampir seluruh rakyat Indonesia,” tutur dia.

Prabowo menambahkan, potongan harga tarif kereta api 1,3 juta penumpang.

Kemudian potongan harga angkutan laut hampir Rp 500 rb, lalu bantuan pangan 10 kg beras, 2 liter minyak untuk 3 bulan bagi 33,24 juta keluarga di desil 1,2,3,4.

Menurut Prabowo, bantuan yang disalurkan kepada masyarakat yang memerlukan itu memperlihatkan pemerintah Indonesia sanggup.

“Tunjukkan negara mana seperti kami. Ada yang lebih hebat pasti. Tapi untuk bangsa Indonesia not bad. We are rich, we are richer, kami akan lebih kaya lagi,” kata dia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan seluruh jajaran menteri, wakil menteri, hingga kepala badan dalam Kabinet Merah Putih (KMP).

Presiden hendak menjalankan evaluasi bermacam program pemerintah.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi menyampaikan Prabowo hendak melakukan evaluasi atas program pemerintah yang telah berjalan.

"Ya, seperti biasa, sidang kabinet sebagaimana yang selama ini dipimpin bapak Presiden tentu yang pertama dalam rangka melakukan evaluasi mengenai seluruh program-program kerja pemerintah," kata Prasetyo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Dia menyampaikan, pada proses evaluasi program kerja ini bakal dibicarakan mengenai hambatan yang ditemui.

Lantas deretan hambatan tersebut bakal dicari solusinya bersama.

"Dalam prose evaluasi tentu seringkali dibicarakan atau didiskusikan mengenai hambatan-hambatan yang barangkali masih ada untuk kemudian dicarikan jalan keluar," tuturnya.

Prasetyo turut mengingatkan, Kepala Negara senantiasa menegaskan pentingnya kolaborasi dan bekerja keras guna mempercepat pencapaian seluruh program kerja pemerintah.

Dia menerangkan, sidang kabinet paripurna sebelumnya diselenggarakan pada 13 Maret 2026.

Berjarak sekitar empat bulan sampai saat ini.

"Jadi, hari ini bapak Presiden mengadakan sidang kabinet paripurna, setelah yang terakhir kabinet paripurna kalau tidak salah di tanggal 13 Maret, kurang lebih 4 bulan yang lalu," jelas dia.

Terkini