Asing Borong Saham BMRI, Bank Mandiri Rencanakan Aksi Korporasi

Jumat, 17 Juli 2026 | 11:24:43 WIB
Ilustrasi Bank Mandiri Tower.(FOTO:NET)

JAKARTA - Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan kenaikan sebesar 2,62% ke posisi Rp 4.310 pada sesi perdagangan hari Kamis (16/7/2026).

Saham dari emiten perbankan pelat merah raksasa ini ramai diburu oleh para investor asing.

Tercatat sebanyak 103,43 juta lembar saham Bank Mandiri ditransaksikan dengan frekuensi mencapai 24.372 kali serta total nilai transaksi menyentuh Rp 442,29 miliar.

Pada saat yang sama, investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) pada saham Bank Mandiri senilai Rp 180,18 miliar.

Sebelumnya, pada sesi perdagangan hari Rabu (15/7/2026), saham Bank Mandiri juga sempat terangkat 0,96% dengan catatan net buy dari investor asing sebesar Rp 184,17 miliar.

Di sisi lain, manajemen PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) telah merilis informasi terbaru mengenai laporan keuangan untuk periode semester I-2026.

Pihak manajemen Bank Mandiri (BMRI) mengumumkan bahwa mereka akan melakukan proses penelaahan terbatas (limited review) terhadap laporan keuangan konsolidasian perseroan untuk periode Juni 2025.

Berdasarkan keterangan manajemen BMRI, langkah penelaahan terbatas pada laporan keuangan tersebut diambil karena adanya rencana aksi korporasi yang bakal dilakukan oleh perseroan.

“Berkenaan dengan hal tersebut, dengan ini kami sampaikan bahwa laporan keuangan konsolidasian perseroan periode Juni 2026 akan kami sampaikan kepada Bursa Efek Indonesia dan kami publikasikan dengan memperhatikan ketentuan Butir III.1.1.5.1 Peraturan I-E,” papar manajemen Bank Mandiri dalam keterbukaan informasi dikutip Jumat (17/7/2026).

Berdasarkan publikasi sebelumnya, laporan keuangan BMRI menunjukkan perolehan laba bersih secara bank only yang menyentuh angka Rp 23,31 triliun selama periode Januari hingga Mei 2026, atau mengalami pertumbuhan sebesar 18,64% secara tahunan (year on year/yoy).

Pencapaian positif ini berhasil didorong oleh ekspansi penyaluran kredit yang kuat, peningkatan pendapatan non-bunga (fee based income), serta penurunan pada pos beban bunga dan biaya pencadangan (provisi).

Sementara itu, perolehan laba bersih Bank Mandiri pada bulan Mei 2026 saja tercatat berada di angka Rp 5,26 triliun, yang berarti mengalami kenaikan sebesar 17,64% dibandingkan dengan perolehan pada bulan sebelumnya (month on month/mom).

Terkini