JAKARTA - Kurs rupiah atas dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bakal berjalan fluktuatif dalam sesi transaksi hari ini (17/7/2026).
Sebagai catatan, mata uang garuda di pasar spot menyudahi perdagangan dengan penguatan 0,45% secara harian menjadi Rp 17.986 per dolar AS pada Kamis (16/7/2026).
Sementara itu, rupiah Jisdor Bank Indonesia (BI) mencatatkan kenaikan 0,12% secara harian ke level Rp 18.041 per dolar AS.
Pengamat Mata Uang, Ibrahim Assuaibi menyatakan, arah rupiah hari ini dipicu oleh sentimen kebijakan Federal Reserve (The Fed).
"Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan bahwa para pembuat kebijakan tetap berkomitmen untuk mengembalikan inflasi ke target 2% bank sentral, sambil menekankan bahwa mereka siap untuk menyesuaikan suku bunga jika tekanan harga terbukti lebih persisten."
Warsh pun mengecilkan kecemasan bahwa penanaman modal berskala besar di sektor kecerdasan buatan secara otomatis akan memicu inflasi yang lebih luas.
Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak tidak menentu namun berakhir terkoreksi pada kisaran Rp 17.986 – Rp 18.030 per dolar AS hari ini.
Di sisi lain, Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong berpendapat, karena minimnya rilis data ekonomi krusial dari dalam maupun luar negeri, fokus pelaku pasar bakal kembali tertuju pada dinamika geopolitik di Timur Tengah dan pergerakan harga minyak global.
Jika kondisi tidak memanas, rupiah dinilai masih punya peluang untuk terapresiasi hari ini (17/7/2026).
Lukman memprediksi mata uang rupiah esok hari akan berada pada rentang Rp 17.950 – Rp 18.050 per dolar AS.