JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan tren kenaikannya dengan penguatan yang terbatas pada sesi perdagangan hari ini (17/7/2026).
Sebagai informasi, IHSG ditutup naik sebesar 66,23 poin atau 1,10% menuju level 6.108,20 pada penutupan perdagangan hari Kamis (16/7/2026).
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memproyeksikan IHSG akan mengalami penguatan terbatas dengan level support di 6.086 dan resistance di 6.121 pada transaksi hari ini.
“Sentimen berasal dari nilai tukar dan harga komoditas dunia,” kata dia, Kamis (16/7/2026).
Di sisi lain, Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menyebutkan bahwa IHSG masih memiliki peluang untuk meneruskan kenaikannya dengan menguji rentang resistance 6.130–6.150, sementara support diperkirakan berada pada rentang 6.050–6.000.
“Momentum teknikal masih relatif positif, namun investor perlu mewaspadai potensi profit taking menjelang akhir pekan setelah penguatan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir,” jelas Reza.
Terdapat sejumlah sentimen yang bakal menjadi sorotan pasar pada hari ini.
Pertama, rilis data Retail Sales AS yang diperkirakan konsensus akan tumbuh sebesar 0,5% MoM, di mana data ini menjadi indikator krusial bagi kekuatan konsumsi warga AS sekaligus arah kebijakan suku bunga The Fed.
Kedua, fluktuasi nilai tukar rupiah yang masih cukup sensitif terhadap keperkasaan dolar AS.
Ketiga, tensi konflik di Timur Tengah yang berisiko memicu volatilitas harga minyak bumi dan memengaruhi sentimen pasar secara global.
Reza pun memberikan rekomendasi beli untuk saham ANTM, ARTO, dan ARCI dengan target harga jangka pendek masing-masing pada rentang Rp 3.140 - Rp 3.230 per saham, Rp 1.340 - Rp 1.400 per saham, dan Rp 1.135 - Rp 1.185 per saham.
Sementara itu, Herditya turut membagikan rekomendasi saham yang menarik untuk diperhatikan hari ini, yaitu INCO, ISAT, dan OASA dengan target harga masing-masing sebesar Rp 5.400 - Rp 5.700 per saham, Rp 1.960 - Rp 2.120 per saham, dan Rp 356 - Rp 378 per saham.