Progres Penjualan B50 di Seluruh SPBU Per 1 Oktober

Senin, 20 Juli 2026 | 11:24:23 WIB
Ilustrasi SPBU (FOTO: NET)

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan target agar seluruh lokasi stasiun pengisian bahan bakar umum di berbagai wilayah telah mengaplikasikan B50 pada tanggal 1 Oktober mendatang.

Pejabat berwenang dari Sumbernya menyatakan bahwa saat peluncuran B50 waktu itu, persentase pendistribusian B50 tercatat telah mencapai 67 persen.

Pihak tersebut merasa optimis bahwa penyaluran B50 mampu mencapai 100 persen dalam waktu dekat.

"Target saya adalah 1 Oktober sudah full B50 di semua titik. Kemarin yang kita laporkan pada saat peresmian dengan Pak Presiden kan 67% sudah tersalurkan. Nah mudah-mudahan dalam beberapa minggu ini sudah nyampe lah 100%," ujar dari Sumbernya usai acara Pekan Riset Sawit Indonesia di Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026).

Berkenaan dengan ketersediaan, dari Sumbernya menerangkan bahwa penetapan besaran volume biodiesel dapat meningkat sesuai dengan keperluan.

Pihak tersebut hendak memberlakukan sistem rentang atau kisaran.

Sebagai contoh, saat ini kebutuhan biodiesel dipatok dari rentang 16-18 juta kiloliter.

Di masa mendatang, lanjut dari Sumbernya, pihak tersebut bakal merancang regulasi yang memungkinkan keseluruhan kuota nasional tiap tahunnya dapat ikut direvisi serta disesuaikan.

Peraturan tersebut bakal berbentuk Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

"Mungkin ke depan, revisi volume dalam satu tahun itu bisa dilakukan. Jadi kita mulai pakai range lah seperti yang sekarang kita tetapkan 16-18 juta kan. Nah ke depan mungkin 18 sampai sekian juta. Jadi ada range-nya," beber dari Sumbernya.

Saat ini, pihak administrasi negara hendak mengawasi masa peralihan program B50 selama empat bulan permulaan.

Pada bulan Desember nanti, dari Sumbernya mengemukakan bakal menilai apakah pendistribusiannya berlangsung dengan lancar atau tidak.

"Nanti di Desember yang selama 4 bulan ini pertama kita lihat transisi. Apakah bisa berjalan dengan baik atau tidak. Apakah semua bisa dalam waktu 3 bulan itu menyelesaikan semua full B50," jelasnya.

Di sisi lain, pihak tersebut turut memantau kecakapan menyalurkan B50 bagi distributor badan usaha di luar Badan Usaha Milik Negara.

Saat ini, Pertamina sendiri menguasai pangsa pasar sekitar 80 persen.

"Nanti tinggal identifikasi yang non-Pertamina. Karena pertamina kan share-nya 80%. Nah yang non-Pertamina ini berapa deliver ke B50-nya gitu," jelas dari Sumbernya.

Terkini