BPS Menolak Anggapan Sensus Ekonomi Jadi Alat Tarik Pajak

Senin, 20 Juli 2026 | 11:24:23 WIB
Ilustrasi petugas sensus ekonomi 2026 (FOTO: NET)

JAKARTA - Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (Sonny Harry Budiutomo Harmadi), memastikan pendataan ekonomi tidak untuk menagih pajak kepada wirausaha rumahan.

Sensus ekonomi diketahui tengah berlangsung sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Sonny mengutarakan, pendataan ekonomi pun diadakan guna mencatat para wirausaha rumahan.

Namun ia menggarisbawahi, pendataan tidak dijalankan untuk urusan perpajakan.

"Karena sekarang aktivitas ekonomi itu batasnya antara bangunan fisik dan rumah itu semakin nggak jelas kan. Orang bisa beraktivitas. Bukannya kita mau ngejar-ngejar urusan pajak, bukan, ini kan urusan statistik," ungkap Sonny dalam acara detikPagi, Senin (20/7/2026).

Sonny menekankan, pendataan yang sedang dikerjakan BPS dijalankan untuk mencatat kegiatan ekonomi yang dikerjakan di tempat tinggal.

BPS menyasar dua pihak, yakni wirausaha rumahan yang mempunyai Nomor Induk Berusaha (NIB) serta rumah tangga.

"Populasi yang kita kejar, yang pertama adalah para pelaku usaha, memang mereka biasanya punya Nomor Induk Berusaha (NIB), punya bangunan fisik yang jelas, dan yang satunya adalah keluarga, jadi kita datangi keluarga-keluarga untuk mendata ekonomi yang ada di dalam keluarga," jelasnya.

Sonny menerangkan, pendataan ekonomi yang dikerjakan BPS sendiri diselenggarakan dalam satu dekade sekali.

Rentang waktu pendataan wajib dijalankan pada masa tertentu demi melihat perubahan secara utuh bentuk ekonomi negara, mencakup bidang dengan andil terbesar terhadap penyerapan tenaga kerja terbanyak.

BPS melibatkan setidaknya 251 ribu petugas pendataan ekonomi berdasarkan daerah kerja statistik.

Ratusan ribu pegawai ini bakal mengerjakan pendataan secara door-to-door untuk 95,3 juta rumah tangga.

"Petugas itu kan wilayah kerjanya harus jelas, makanya kita itu sebelum sensus persiapannya itu dua tahun sendiri," terangnya.

Sonny menambahkan, membangun negara wajib mempergunakan data yang lengkap.

BPS menjamin data yang dikumpulkan aman dari aksi pembobolan, mengingat institusi negara tersebut biasa menjalankan 95 survei dengan konsensus sejumlah 6,3 juta dalam setahun.

"Bayangkan 6,3 juta itu biasa disurvei setiap tahun dengan pertanyaan yang lebih detail dan nggak pernah bocor, nggak ada masalah. Jadi mohon dukungan, karena gini belajar dari pengalaman sensus di banyak negara, keberhasilan sensus itu bukan karena dia mengerahkan orang begitu banyak, bukan karena dia menggunakan teknologi yang begitu maju, keberhasilan sensus itu kalau partisipasi masyarakatnya itu penuh. Titik. Berikan jawaban yang jujur," pungkasnya.

Terkini