Analisis Teknikal Mendukung Momentum Kenaikan Harga Emas

Senin, 20 Juli 2026 | 11:24:22 WIB
Ilustrasi emas. ( SUMBER : NET )

JAKARTA - Harga emas berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (20/7/2026).

Peluang tersebut didukung kombinasi sinyal teknikal yang menunjukkan potensi pembalikan arah serta meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit mengatakan, harga emas mulai menunjukkan peluang rebound setelah mampu bertahan di area support penting dan membentuk pola teknikal yang mendukung kenaikan.

Menurut dari Sumbernya, meski tren utama pada time frame yang lebih besar masih berada dalam fase bearish, pergerakan pada time frame H1 memperlihatkan peluang perubahan arah menuju bullish.

"Salah satu sinyal yang paling mencolok adalah terbentuknya pola Double Bottom, yang selama ini dikenal sebagai salah satu pola pembalikan arah paling kuat dalam analisis teknikal," kata dari Sumbernya dalam analisisnya.

Ia menjelaskan, pola tersebut menunjukkan tekanan jual mulai kehilangan momentum, sementara minat beli perlahan kembali mendominasi pasar.

Selain pola Double Bottom, dari Sumbernya menyoroti kegagalan harga menembus level support kedua di kisaran 3.959.

Kondisi itu kemudian diikuti kemunculan pola candlestick Bullish Engulfing yang mengindikasikan pembeli mulai mengambil alih kendali pasar setelah sebelumnya didominasi aksi jual.

Menurut dari Sumbernya, kombinasi kedua pola tersebut menjadi sinyal awal yang cukup kuat bahwa peluang pemulihan harga emas semakin terbuka.

Setelah membentuk pola tersebut, harga juga melakukan retest dan berhasil menciptakan swing low baru di area 3.982.

"Keberhasilan mempertahankan level tersebut mengindikasikan bahwa buyer masih memiliki kekuatan untuk menjaga harga tetap berada di atas area support. Selama level ini tidak ditembus ke bawah, peluang Gold untuk melanjutkan kenaikan diperkirakan masih cukup besar," ujar dari Sumbernya.

Berdasarkan proyeksi teknikal Dupoin Futures, target kenaikan terdekat berada pada area resistance 4.049.

Jika harga mampu menembus level tersebut dengan dukungan volume transaksi yang kuat, peluang penguatan diperkirakan berlanjut menuju resistance berikutnya di level 4.081.

Menurut dari Sumbernya, kedua level tersebut menjadi area penting untuk menentukan apakah momentum bullish mampu berlanjut atau kembali tertahan aksi ambil untung pelaku pasar.

Selain mencermati pola harga, Dupoin Futures juga melihat pergerakan indikator Stochastic Oscillator yang masih bergerak naik menuju area overbought.

Meski indikator mulai memasuki zona jenuh beli, dari Sumbernya menilai hingga saat ini belum terlihat sinyal pelemahan yang signifikan.

"Kondisi tersebut menunjukkan bahwa momentum beli masih relatif kuat dan masih mampu mendukung kenaikan harga dalam jangka pendek," katanya.

Dari sisi fundamental, Dupoin Futures menilai sentimen pasar masih mendukung penguatan harga emas.

Menurut dari Sumbernya, minat investor terhadap aset safe haven kembali meningkat seiring munculnya kekhawatiran terhadap prospek ekonomi global yang masih dibayangi berbagai risiko.

Ketidakpastian mengenai arah pertumbuhan ekonomi dunia membuat sebagian investor memilih mengalihkan dana ke instrumen yang dinilai lebih aman, termasuk emas.

Selain itu, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga dinilai turut menopang harga emas.

Dupoin Futures menilai situasi yang memanas setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran sebagai respons atas tewasnya dua tentara AS telah meningkatkan permintaan terhadap aset lindung nilai.

"Dalam kondisi seperti ini, emas umumnya menjadi salah satu instrumen yang paling banyak diburu investor karena dinilai mampu menjaga nilai investasi di tengah meningkatnya risiko global," ujar dari Sumbernya.

Meski peluang penguatan masih terbuka, Dupoin Futures mengingatkan pelaku pasar untuk tetap mewaspadai sejumlah agenda ekonomi penting dari Amerika Serikat.

Investor akan mencermati rilis berbagai data ekonomi serta pernyataan sejumlah pejabat Federal Reserve yang berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga.

Menurut dari Sumbernya, apabila data ekonomi menunjukkan perlambatan atau berada di bawah ekspektasi, peluang penguatan harga emas diperkirakan semakin besar karena pasar dapat kembali memperkirakan kebijakan moneter yang lebih longgar.

Selain itu, Dupoin Futures juga mencermati ekspektasi bahwa sejumlah bank sentral akan mengadopsi kebijakan moneter yang lebih akomodatif apabila pertumbuhan ekonomi mulai melambat.

Prospek pelonggaran kebijakan tersebut dinilai berpotensi menekan imbal hasil obligasi pemerintah sekaligus membatasi penguatan dollar AS.

Kondisi itu umumnya menjadi sentimen positif bagi emas karena menurunkan biaya peluang untuk memiliki aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai peluang rebound harga emas masih terbuka pada perdagangan hari ini.

Menurut dari Sumbernya, kombinasi sinyal teknikal berupa Double Bottom, Bullish Engulfing, terbentuknya swing low, serta meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven menjadi faktor yang berpotensi menopang pergerakan harga.

Selama harga mampu bertahan di atas area 3.982, Dupoin Futures memperkirakan target kenaikan menuju level 4.049 hingga 4.081 masih berpeluang dicapai.

Namun, investor tetap perlu mencermati perkembangan data ekonomi global yang berpotensi memicu volatilitas pasar.

Terkini