JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan sesi satu, Senin (20/7/2026).
Indeks naik 0,86 persen atau bertambah 53 poin ke level 6.229.
Lonjakan IHSG ditopang oleh mayoritas indeks sektoral yang bergerak di zona hijau.
Sektor industri memimpin kenaikan 2,08 persen, diikuti sektor energi 1,72 persen, properti 1,47 persen, barang konsumsi non-primer 1,32 persen, transportasi 0,82 persen, bahan baku 0,79 persen, infrastruktur 0,58 persen, keuangan 0,48 persen, dan sektor siklikal 0,13 persen.
Di sisi lain, hanya dua sektor yang masih berada di zona merah, yakni sektor teknologi yang melemah 0,24 persen dan sektor kesehatan turun 0,17 persen.
Dari jajaran saham berkapitalisasi besar, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi salah satu pendorong utama dengan kenaikan 3,33 persen ke posisi Rp 155.
Hal ini juga terjadi pada saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang melonjak 3 persen ke level Rp 2.740, serta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) naik 2,69 persen ke level Rp 3.050.
Sementara itu, saham yang menjadi penekan IHSG antara lain PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) turun 1,69 persen ke area Rp 870, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang melemah 1,30 persen ke Rp 3.030, serta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) terkoreksi 0,44 persen ke level Rp 4.460.
Pada saat yang sama, nilai tukar rupiah berada di level Rp 17.975 per dollar AS atau melemah 0,59 persen dibandingkan posisi sebelumnya.
Sepanjang sesi pertama, IHSG bergerak pada rentang 6.191,042 hingga 6.249,903.
Indeks dibuka di angka 6.197,476 dan sempat menyentuh posisi tertinggi 6.249,903, sebelum akhirnya ditutup pada 6.229.
Aktivitas perdagangan terbilang ramai dengan volume transaksi mencapai 20,097 miliar saham.
Nilai transaksi sebesar Rp 8,271 triliun dengan frekuensi perdagangan 1.399.915 kali transaksi.
Mayoritas saham diperdagangkan di zona hijau.
Sebanyak 398 saham menguat, 188 saham melemah, dan 205 saham ditutup tidak berubah.
Sementara itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga sesi satu mencapai Rp 10.849,630 triliun.