Proyeksi IHSG Hari Ini Berkonsolidasi Terbatas di Level 6.000

Rabu, 15 Juli 2026 | 15:05:20 WIB
IHSG Menguat-Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI).(FOTO:NET)

JAKARTA – Laju IHSG tertahan oleh aksi ambil untung pada saham perbankan besar meskipun saham komoditas dan konglomerasi tetap menjadi penopang. Penurunan ini dipicu oleh tekanan jual asing yang masih marak di lantai bursa.

"Pergerakan indeks tertahan oleh aksi profit taking pada saham perbankan besar, meskipun saham komoditas dan konglomerasi seperti BRMS, BREN, dan ENRG masih menjadi penopang indeks," kata Reza sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Untuk perdagangan Rabu (15/7), indeks diproyeksikan mengalami konsolidasi terbatas dengan batas support psikologis 6.000 dan resistance di rentang 6.100-6.130. Pelaku pasar kini menantikan sentimen baru demi mempertahankan tren penguatan setelah reli sebelumnya.

Perkembangan geopolitik Timur Tengah, fluktuasi rupiah, serta data inflasi Amerika Serikat menjadi sorotan utama investor saat ini. Inflasi tahunan di Amerika Serikat melandai menjadi 3,5 persen secara yoy pada Juni 2026, lebih rendah dari prediksi pasar sebesar 3,8 persen.

Secara bulanan, inflasi menyusut 0,4 persen dan menjadi rekor penurunan terdalam sejak April 2020. Kondisi ini memperkuat indikasi bahwa The Fed akan melonggarkan kebijakan moneternya.

Potensi sikap dovish dari The Fed diperkirakan membawa dampak positif bagi pasar modal domestik melalui aliran modal asing. Di sisi lain, indikator teknikal saat ini masih memancarkan sinyal yang beragam bagi pergerakan indeks.

Meskipun pembentukan histogram positif MACD terus berjalan, posisi stochastic RSI kini sudah berada di area jenuh beli. Akibat sinyal campuran ini, indeks diperkirakan bergerak mendatar pada kisaran rentang 5.950 sampai 6.125.

Terkini