Harga Emas Pegadaian Stabil, Emas Dunia Turun di Bawah US$4.000

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:48:14 WIB
Ilustrasi Emas.(FOTO:NET)

JAKARTA - Nilai jual emas batangan di Pegadaian terpantau tidak banyak berubah pada transaksi Selasa, 14 Juli 2026, meskipun pasar global sedang bergejolak.

Logam mulia produksi Antam masih memimpin sebagai yang termahal jika dibandingkan dengan UBS maupun Galeri 24, sedangkan di kancah global harga emas justru tertekan hingga merosot ke bawah batas psikologis US$4.000 per troy ons.

Tren yang saling bertolak belakang antara harga di dalam negeri dan pasar internasional ini menandakan bahwa para pelaku pasar masih memperhitungkan beragam sentimen, mulai dari pergerakan kurs rupiah, tingkat konsumsi emas fisik domestik, hingga tensi geopolitik Timur Tengah yang memanas yang berimbas pada proyeksi kebijakan moneter Amerika Serikat.

Merujuk pada publikasi resmi Pegadaian, emas Antam untuk berat 1 gram dibanderol senilai Rp2.741.000.

Nilai tersebut berada di atas harga emas UBS yang dipatok sebesar Rp2.620.000, sementara Galeri 24 menjadi opsi paling ekonomis di angka Rp2.608.000.

Selisih nominal pada tiap-tiap produk tersebut didasari oleh faktor pabrikan, ongkos pembuatan, tingkat likuiditas, serta volume permintaan pasar.

Produk Antam pada umumnya memiliki nilai premium karena kepemilikan sertifikat internasional London Bullion Market Association (LBMA) yang membuatnya sangat mudah diperjualbelikan di pasar global sekalipun.

“Di tengah fluktuasi harga emas global, masyarakat tetap menjadikan emas sebagai salah satu instrumen lindung nilai (safe haven) untuk menjaga nilai aset dalam jangka panjang. Namun, investor tetap perlu memperhatikan selisih harga jual dan buyback sebelum memutuskan bertransaksi,” demikian gambaran kondisi pasar berdasarkan data Pegadaian dan perkembangan pasar logam mulia global.

Mengenai variasi ukuran kecil, emas Antam seberat 0,5 gram ditawarkan Rp1.423.000, lalu UBS Rp1.416.000, serta Galeri 24 Rp1.368.000.

Pada berat 2 gram, harga untuk produk Antam menyentuh Rp5.419.000, sedangkan UBS dihargai Rp5.200.000 dan Galeri 24 dipatok Rp5.153.000.

Bagi penanam modal yang ingin membeli ukuran yang lebih besar, emas pecahan 5 gram dijual dengan rincian:

Antam: Rp13.468.000

UBS: Rp12.850.000

Galeri 24: Rp12.787.000

Selanjutnya untuk berat 50 gram dibanderol pada angka:

Antam: Rp134.051.000

UBS: Rp127.310.000

Galeri 24: Rp126.750.000

Sedangkan untuk pecahan 100 gram ditawarkan senilai:

Antam: Rp268.021.000

UBS: Rp254.518.000

Galeri 24: Rp253.374.000

Untuk opsi ukuran paling besar yaitu 1.000 gram, Pegadaian pada hari ini terpantau hanya menawarkan produk keluaran Galeri 24 seharga Rp2.527.510.000, sementara untuk brand Antam dan UBS belum tersedia.

Nilai Pembelian Kembali Tetap Menarik

Selain merilis harga jual, pihak Pegadaian juga melakukan penyesuaian pada harga pembelian kembali (buyback).

Untuk berat 1 gram, harga buyback bagi Antam dan UBS dipatok setara yaitu Rp2.438.000, sementara produk Galeri 24 sedikit di atasnya yaitu Rp2.446.000.

Jarak antara harga beli dan harga jual kembali (spread) ini menjadi bagian penting yang wajib dikalkulasikan oleh para pelaku pasar, terutama yang berorientasi pada investasi jangka pendek.

Harga Emas Global Terdepresiasi

Di lain pihak, transaksi emas di pasar internasional masih dibayangi oleh sentimen negatif.

Berdasarkan data niaga global, harga emas dunia pada penutupan Senin (13/7/2026) bertengger di posisi US$4.000,65 per troy ons, menyusut kurang lebih 2,9 persen dan mencatatkan level terendah sejak tanggal 24 Juni 2026.

Tekanan koreksi tersebut terus berlanjut pada sesi perdagangan Selasa pagi.

Sampai dengan pukul 06.39 WIB, harga emas kembali terdepresiasi sebesar 0,16 persen ke angka US3.999,17pertroyons,sehinggakembalitergelincirdibawahambangbataspsikologisUS4.000.

Penurunan ini memperpanjang tren negatif harga emas selama dua hari beruntun dengan akumulasi koreksi menyentuh kisaran 3 persen.

Konflik di Timur Tengah Menekan Harga Emas

Hambatan bagi pergerakan logam mulia ini disebabkan oleh kian memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak mentah global.

Pengamat Pasar dari Forex.com, Fawad Razaqzada, mengemukakan bahwa kenaikan harga energi justru memberi efek negatif pada emas karena berisiko memicu inflasi, yang pada akhirnya mendorong bank sentral AS untuk mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi.

“Lonjakan harga minyak di tengah konflik Timur Tengah meningkatkan kemungkinan The Fed tetap bersikap hawkish. Situasi ini kurang menguntungkan bagi aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas,” ujar Fawad Razaqzada.

Menurut pandangannya, jika tren kenaikan harga minyak mentah terus berlanjut, harga emas berpeluang turun ke level US3.800pertroyons,bahkandapatmerosothinggakerentangUS3.500 per troy ons jika tekanan jual terus meningkat.

Pelaku Pasar Menanti Rilis Data Inflasi AS

Kini perhatian para investor terfokus pada beberapa agenda ekonomi krusial di Amerika Serikat yang diproyeksikan akan mengarahkan tren harga emas dalam beberapa waktu mendatang.

Beberapa rilis data yang sangat dinanti di antaranya adalah:

Indeks Harga Konsumen (CPI)

Indeks Harga Produsen (PPI)

Data penjualan ritel di Amerika Serikat

Laporan klaim pengangguran mingguan

Pidato dari Pimpinan Federal Reserve mengenai prospek suku bunga acuan

Apabila laporan inflasi kembali memperlihatkan angka yang tinggi, potensi dipertahankannya suku bunga di level tinggi akan semakin kuat.

Keadaan tersebut biasanya akan menguatkan posisi dolar AS sekaligus menekan pergerakan harga emas karena sifatnya sebagai aset yang tidak menghasilkan bunga (non-yielding asset).

Sebaliknya, jika angka inflasi tampak mulai mereda dan memicu spekulasi pasar akan adanya pelonggaran moneter, maka harga emas berpeluang untuk bangkit kembali (rebound) setelah melemah cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Bagi masyarakat yang berminat untuk berinvestasi, transaksi pembelian emas di Pegadaian dapat diakses secara langsung melalui jaringan outlet terdekat maupun via aplikasi Pegadaian Digital.

Para nasabah hanya perlu melakukan pendaftaran rekening Tabungan Emas dengan menggunakan identitas KTP atau paspor, dan nantinya saldo emas yang terkumpul bisa dicetak menjadi emas batangan fisik dalam berbagai merek seperti Antam, UBS, Galeri 24, Lotus Archi, hingga Dinar, dengan opsi ukuran mulai dari 0,25 gram sampai 1.000 gram.

Terkini