5 Rekomendasi Saham Potensi Cuan Hari Ini dan Analisis Pasar

Senin, 13 Juli 2026 | 12:02:58 WIB
Ilustrasi grafik saham.(Sumber:NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan hari Jumat (10/7) pada teritori positif dengan apresiasi sebesar 0,20% menuju level 5.924,36. Laju penguatan indeks utama ini didorong oleh performa saham CASA, BMRI, serta AMMN sebagai penyokong utama, walaupun tertahan oleh pelemahan saham BREN, ASII, dan TLKM.

Di sisi lain, pemodal dari luar negeri masih membukukan aksi lego bersih (net sell) senilai Rp288,90 miliar pada pasar reguler serta Rp421,51 miliar di seluruh pasar. 

Memasuki performa sektoral, delapan dari sebelas lini sektor sukses bertengger di zona hijau yang dipimpin oleh sektor energi lewat kenaikan 0,91%, sementara sektor industri terkoreksi paling dalam hingga 0,48%.

Beralih ke pasar global, indeks acuan di bursa Wall Street ditutup kompak menguat. Dow Jones terkerek naik 0,29%, S&P 500 terangkat 0,42%, dan Nasdaq bertambah solid sebesar 0,29%.

Pada pasar domestik, pergerakan di pasar perdana terus menyita perhatian setelah adanya enam emiten baru yang mencatatkan saham sepekan lalu sukses direspons positif oleh pasar lewat catatan rata-rata kelebihan pemesanan (oversubscription) hingga 40,5 kali. 

Bursa Efek Indonesia (BEI) turut mengumumkan masih mengantongi empat nama calon emiten dalam daftar antrean penawaran umum perdana saham (IPO) untuk periode paruh kedua tahun 2026.

Sejalan dengan dinamika tersebut, instrumen ETF EIDO terpantau menguat 0,42%, sedangkan indeks MSCI Indonesia bergerak mendatar dengan kenaikan minor sebesar 0,04%.

Terkait aksi korporasi, PT Medco Energi Internasional (MEDC) tengah bersiap merealisasikan pengeboran empat sumur eksplorasi baru di kuartal III-2026 lewat total serapan dana mendekati US$54,5 juta. Agenda ekspansi tersebut nantinya difokuskan pada area Blok Corridor, Blok Madura Offshore, serta Blok South Sumatra.

Emiten bersangkutan pun sudah menuntaskan pembenahan lokasi Sumur Rebonjaro Dalam-3 pada Blok Corridor dengan prediksi biaya senilai US$28 juta. Sementara itu, proyek pengeboran Sumur Appraisal MS2-2 di Blok Madura Offshore ditargetkan berjalan mulai Agustus 2026 pasca-rampungnya survei di kuartal II-2026 yang menguras dana sekitar US$16,5 juta.

MEDC juga sedang mematangkan langkah awal pengerjaan Sumur Lotus-1 di Blok South Sumatra dengan perkiraan modal US$5 juta. Proyek eksplorasi berantai ini dihadirkan demi mengejar target produksi di level 165.000–170.000 BOEPD sepanjang tahun 2026, yang disokong kepemilikan cadangan terbukti serta terduga (2P) capai 564 juta BOE dan indeks usia cadangan berkisar 11,4 tahun.

Sementara itu, PT Astra International (ASII) berhasil mencatatkan volume penjualan mobil secara wholesales mencapai 222.371 unit selama paruh pertama tahun 2026, atau melesat 10% dari periode serupa di tahun lalu. 

Khusus di bulan Juni 2026, angka penjualan menyentuh 40.235 unit atau tumbuh 37% secara tahunan dan naik 4% dari bulan sebelumnya, di mana pangsa pasar perseroan melampaui 50% sejak Mei 2026 berkat dorongan produk anyar New Toyota Veloz Hybrid.

Menilik skala industri, total penjualan mobil secara nasional berada di angka 436.567 unit pada semester I-2026 atau tumbuh 16% secara tahunan. Capaian tersebut mencerminkan porsi sekitar 51% terhadap target tahunan penjualan otomotif nasional 2026 yang dipatok Gaikindo di level 850.000 unit.

Di tempat lain, PT Asuransi Harta Aman Pratama (AHAP) memiliki agenda menggelar Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) V dengan melepas paling banyak 3,5 miliar lembar saham baru pada harga pelaksanaan Rp50 per saham. 

Jika seluruh hak tersebut tereksekusi, perseroan berpeluang menghimpun dana segar hingga Rp175 milar demi memperkuat modal kerja dalam rangka mematuhi standar ekuitas minimum OJK senilai Rp250 miliar paling lambat tanggal 31 Desember 2026.

Formulasi rasio HMETD disepakati sebesar 7:5, yang berarti pemegang saham lama yang tidak mengeksekusi haknya terancam terkena efek dilusi kepemilikan maksimal hingga 41,67%. 

Pada agenda korporasi ini memang tidak disiapkan pembeli siaga, namun Asuransi Central Asia sudah menyatakan komitmen penuh untuk mengambil seluruh hak HMETD miliknya dengan jadwal perdagangan yang dipasang pada 28 September sampai 2 Oktober 2026.

Terkini