Simak Rekomendasi 5 Saham Potensial Cuan Hari Ini Terbaru

Senin, 13 Juli 2026 | 12:02:57 WIB
Ilustrasi grafik saham.(Sumber:NET)

JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mendarat di zona hijau dengan kenaikan sebesar 0,20% pada level 5.924,36 dalam penutupan pasar hari Jumat (10/7). 

Laju indeks didorong oleh saham CASA, BMRI, dan AMMN yang tampil menjadi motor penggerak utama, berlawanan arah dengan saham BREN, ASII, serta TLKM yang menjadi penahan.

Di waktu yang sama, pemodal asing terpantau merealisasikan penjualan bersih (net sell) senilai Rp288,90 miliar di pasar reguler dan mengantongi Rp421,51 miliar di pasar keseluruhan. 

Berdasarkan sektornya, delapan dari sebelas sektor sukses bertahan di zona hijau dipimpin sektor energi yang melaju 0,91%, berbanding terbalik dengan sektor industri yang merosot paling dalam sebesar 0,48%.

Bursa global menunjukkan performa serupa di mana indeks utama di Wall Street ditutup serempak di zona apresiasi. Dow Jones menguat sebesar 0,29%, S&P 500 naik sebesar 0,42%, dan Nasdaq tumbuh positif sebesar 0,29%.

Dari dalam negeri, fokus pelaku pasar tertuju pada pasar perdana setelah enam perusahaan yang meluncur di bursa pada pekan sebelumnya mendapat sambutan hangat dari pemodal dengan rata-rata oversubscription menyentuh 40,5 kali. Pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) mengonfirmasi masih ada empat nama calon emiten yang masuk dalam radar pipeline penawaran umum perdana saham (IPO) pada semester kedua tahun 2026.

Merespons iklim bursa tersebut, ETF EIDO ditutup naik 0,42%, sementara indeks MSCI Indonesia terpantau bergerak stabil dengan penguatan tipis di angka 0,04%.

Melirik perkembangan korporasi, Medco Energi Internasional (MEDC) tengah mempersiapkan pengerjaan empat sumur eksplorasi baru untuk triwulan ketiga tahun 2026 dengan alokasi modal total senilai US$54,5 juta. Agenda bisnis tersebut nantinya akan dikonsentrasikan pada wilayah kerja Blok Corridor, Blok Madura Offshore, serta Blok South Sumatra.

Langkah pembersihan dan penyiapan lahan untuk Sumur Rebonjaro Dalam-3 di Blok Corridor telah diselesaikan dengan taksiran pendanaan mencapai US28juta.UntukproyekpengeboranSumurAppraisalMS2?2diwilayahBlokMaduraOffshorediaturmulaiberoperasiAgustus2026setelahsurveinyarampungpadakuartalII?2026dengananggaransekitarUS16,5 juta.

MEDC juga bersiap melakukan pengeboran lanjutan pada Sumur Lotus-1 di area Blok South Sumatra yang diproyeksikan memakan biaya sebesar US$5 juta. Rangkaian pengerjaan eksplorasi ini menjadi bagian strategis demi mengejar target volume produksi sebesar 165.000–170.000 BOEPD pada tahun 2026, yang disokong total cadangan terbukti dan terduga (2P) sebesar 564 juta BOE serta indeks umur cadangan berkisar 11,4 tahun.

Di sektor otomotif, Astra International (ASII) sukses mencatatkan angka penjualan mobil secara wholesales sebanyak 222.371 unit pada paruh pertama tahun 2026, naik 10% secara tahunan. 

Khusus pada bulan Juni 2026, penjualan mobil menyentuh 40.235 unit atau melesat 37% secara tahunan serta tumbuh 4% dibanding bulan sebelumnya, yang mengukuhkan pangsa pasar perseroan di atas 50% sejak Mei 2026 berkat kehadiran New Toyota Veloz Hybrid.

Secara akumulatif di industri, penjualan mobil nasional bertengger di angka 436.567 unit sepanjang semester I-2026 atau tumbuh sebesar 16% secara tahunan. Total penjualan ini setara dengan 51% dari keseluruhan target pasar kendaraan nasional tahun 2026 yang dipatok Gaikindo pada angka 850.000 unit.

Sementara itu, Asuransi Harta Aman Pratama (AHAP) bersiap menggulirkan aksi korporasi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) V dengan menerbitkan maksimal 3,5 miliar lembar saham baru seharga Rp50 per lembar saham. 

Jika seluruh saham baru tersebut terserap pasar, perseroan berpotensi meraih tambahan modal hingga Rp175 miliar yang dialokasikan untuk modal kerja demi memenuhi standar batasan ekuitas minimum perusahaan asuransi senilai Rp250 miliar dari OJK paling lambat 31 Desember 2026.

Ketetapan rasio HMETD dipasang pada angka 7:5, sehingga investor lama yang melewatkan haknya berisiko menghadapi dilusi saham maksimal hingga 41,67%. Walau tidak melibatkan pihak pembeli siaga, Asuransi Central Asia telah menyatakan komitmennya untuk menebus seluruh porsi saham HMETD miliknya dengan masa perdagangan yang dijadwalkan pada 28 September hingga 2 Oktober 2026.

Terkini