Rekomendasi Saham Ajaib Sekuritas Hari Ini Naik 0,83 Persen

Senin, 13 Juli 2026 | 11:54:46 WIB
Ilustrasi Saham.(Sumber:NET)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Buku (IHSG) pada sesi perdagangan 10 Juli 2026 berakhir di zona hijau dengan kenaikan +0,83%. Walaupun mengalami apresiasi, pemodal asing justru membukukan aksi jual bersih di pasar reguler dengan nilai mencapai Rp1,68 triliun.

Di sisi lain, indeks LQ45 serta IDX30 menanjak secara terbatas masing-masing sebesar +0,32% dan +0,28% dalam sepekan. Nilai tukar rupiah terpantau masih melemah hingga 8% ytd ke posisi Rp18.077/USD.

Pelaku pasar saat ini tengah menantikan hasil rapat BI-Rate pada pekan mendatang (22 Juni 2026). Langkah menaikkan BI-Rate sebesar 100 bps dalam satu bulan terakhir diambil guna membendung pelarian modal ke luar negeri dan pelemahan rupiah.

Sementara itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan total dana dari aksi IPO hingga Juli 2026 mencapai Rp2,16 triliun dari 7 emiten. Perolehan ini merosot tajam dibanding realisasi akhir tahun 2023 sebesar Rp54,1 triliun (79 emiten), 2024 senilai Rp14,3 triliun (41 emiten), dan 2025 sebesar Rp18,1 triliun (26 emiten).

Penyusutan jumlah emiten baru ini ikut tergambar dari fluktuasi pasar yang menekan IHSG melosot -31% ytd.

Beralih ke global, pasar saham Wall Street mencatatkan penguatan tipis pada penutupan akhir pekan. Indeks Dow Jones merangkak +0,29% dan S&P 500 naik +0,42% pada (10/7).

Tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah dipastikan masih terus membayang-bayang. Pada akhir pekan, Presiden AS Donald Trump menyatakan Selat Hormuz tetap terbuka bagi kapal komersial meskipun Iran mengklaim telah menutup jalur vital tersebut, setelah aksi serang kembali terjadi selama 9-11 Juli 2026 sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Pada awal pekan (13/7), komoditas minyak mentah Brent dibuka melonjak +3,89% ke level USD78,9/barel. Investor minggu ini sedang menunggu publikasi laporan keuangan kuartalan perbankan kakap seperti JP Morgan (JM), Bank of America (BAC), Goldman Sachs (GS), dan Citigroup (C).

Namun, bursa regional Asia Pasifik justru diterpa aksi ambil untung akibat lonjakan harga energi di tengah hari. Imbasnya, indeks Nikkei 225 terpangkas -0,93% dan KOSPI anjlok -2,62% pada (13/7).

Pergerakan IHSG untuk hari ini diperkirakan berpotensi terkoreksi dalam rentang 5.800 hingga 5.960.

Berikut merupakan ulasan pergerakan teknikal tiga saham pilihan dari Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih.

Saham pertama adalah AKRA dengan rekomendasi Accum Buy di harga penutupan 1.320, target harga 1.370, serta batas rugi di 1.290. Posisi saham ini sedang menguji area resistance dan punya kans besar untuk menembus ke atas karena indikator MACD memperlihatkan tren akumulasi yang kuat.

Faktor pendorong eksternal datang dari konflik geopolitik AS dan Iran yang kembali memanas setelah terjadi insiden saling serang pada 9–11 Juli 2026. Hal tersebut memicu kenaikan harga minyak Brent sebesar 3,89% ke USD78,9 per barel pada awal pekan (13/7), yang diyakini membawa dampak positif bagi perusahaan energi seperti AKRA.

Saham kedua yaitu MYOR dengan rekomendasi BoW pada harga penutupan 1.715–1.700, target harga 1.800, serta batas rugi di 1.680. Saham MYOR bertengger di area support dan berpeluang berbalik arah dalam jangka pendek didukung sinyal persilangan indikator stochastic di area jenuh jual.

Secara performa kuartal I 2026, MYOR mengantongi pendapatan sebesar Rp9,4 triliun atau turun sebesar 4,7% secara tahunan. Kendati demikian, laba kotor perusahaan melesat 15,3% menjadi Rp2,5 triliun dan laba bersih melonjak 37,1% secara tahunan hingga mencapai Rp945,6 miliar.

Saham ketiga ialah MEDC dengan rekomendasi Accum Buy di harga penutupan 1.175, target harga 1.220, serta batas rugi di 1.130. Saham MEDC berpotensi memantul naik membentuk pola rounding bottom dan mencoba melewati batas resistance dengan dukungan volume perdagangan.

Sentimen positif didorong oleh aksi beli pemodal asing yang menorehkan akumulasi bersih Rp12 miliar pada saham MEDC sejak awal tahun. Ditambah lagi, pada awal Juli 2026 jajaran direksi dan manajemen MEDC secara bersama-sama memborong saham perseroan sebanyak 231,37 ribu lot saham.

Terkini