Kementerian PKP Jamin Bunga FLPP Tetap 5 Persen hingga Masa Tenor Usai

Senin, 29 Juni 2026 | 13:41:46 WIB
Ilustrasi rumah subsidi (sumber foto: NET)

JAKARTA - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memberikan kepastian mengenai bunga Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang dipastikan bakal bertahan di angka 5 persen sampai masa tenor selesai. Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) dipastikan tidak akan memberikan dampak terhadap besaran cicilan rumah subsidi yang disalurkan lewat skema tersebut.

“Program FLPP sangat berpihak kepada rakyat. Penerimanya adalah masyarakat berpenghasilan rendah sesuai kriteria yang diatur dalam Permen PKP Nomor 5 Tahun 2025. Selain harga rumah yang terjangkau, masyarakat juga mendapatkan suku bunga tetap sebesar 5 persen, subsidi bantuan uang muka sebesar Rp4 juta, serta cicilan yang ringan dan tetap sampai masa kredit berakhir,” ujar Didyk. Langkah ini diambil di tengah situasi Bank Indonesia yang menaikkan BI Rate menjadi 5,25 persen pada 20 Mei 2026 dan kembali meningkat ke angka 5,75 persen pada 18 Juni 2026. Walau pasar berfluktuasi, masyarakat penerima manfaat dipastikan tetap memperoleh kepastian cicilan yang bersahabat.

Karakteristik khusus FLPP sengaja dirancang demi melindungi masyarakat yang berpenghasilan rendah agar bisa menjangkau hunian yang layak. Bunga dipastikan tidak bergeser selama masa kredit berjalan meskipun BI Rate mendaki. “Dengan arahan Presiden, Menteri PKP, serta dukungan Komite BP Tapera, bunga FLPP tetap 5 persen dan tidak akan naik hingga tenor kredit selesai. Ini memberikan kepastian dan perlindungan bagi masyarakat agar tidak terdampak fluktuasi suku bunga pasar,” katanya.

Keberlanjutan dari program perumahan ini disokong penuh oleh skema pendanaan yang kokoh, yang mengombinasikan dana dari pemerintah dan dana pendamping sektor keuangan. “Sebanyak 75 persen pendanaan FLPP berasal dari BP Tapera, sedangkan 25 persen lainnya berasal dari dukungan sektor pembiayaan melalui skema yang melibatkan SMF dan perbankan. Dengan skema tersebut, program FLPP dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” jelasnya.

Ketertarikan masyarakat dalam kepemilikan rumah subsidi terpantau terus melonjak dari waktu ke waktu. Pada tahun 2025 yang lalu, realisasi program ini sukses menyentuh angka 278 ribu unit hunian dan menjadi catatan tertinggi sepanjang sejarah. Sementara itu, berjalan hingga 24 Juni 2026, realisasi dari penyaluran FLPP sudah berada di angka:

81.268 unit rumah yang dananya telah dicairkan 21.735 unit rumah yang telah melaksanakan akad kredit

“Capaian ini menunjukkan bahwa rumah subsidi masih menjadi pilihan yang tepat bagi masyarakat. Selain cicilannya terjangkau dan tidak terpengaruh kenaikan BI Rate, kualitas rumah subsidi saat ini juga semakin baik,” ujar Didyk.

Terkini