Daftar Harga Emas Antam UBS dan Galeri24 di Pegadaian 17 Juni 2026

Rabu, 17 Juni 2026 | 11:10:36 WIB
Ilustrasi emas, Sumber: (NET).

JAKARTA - Nilai jual emas logam mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam yang dipasarkan melalui Pegadaian tidak mengalami pergerakan fluktuatif pada perdagangan Rabu, 17 Juni 2026 jika disandingkan dengan hari sebelumnya. Saat ini, harga untuk setiap gram emas Antam berada pada angka Rp 2.839.000. Nominal tersebut masih identik dengan perdagangan hari Selasa, 16 Juni 2026 yang juga menetap di angka Rp 2.839.000 per gram.

Merujuk pada publikasi terkini, nominal pengembalian atau buyback untuk ukuran 1 gram berada di posisi Rp 2.541.000, yang juga memperlihatkan tren flat tanpa perubahan. Sementara itu, untuk varian terkecil dengan berat 0,5 gram ditawarkan dengan nilai Rp 1.472.000 dengan ketentuan buyback senilai Rp 1.270.000.

Bagi konsumen yang mengincar ukuran 2 gram, nilai yang dipatok adalah Rp 5.614.000 dengan proyeksi buyback sebesar Rp 5.082.000. Adapun berat 3 gram dilego pada angka Rp 8.395.000 disertai nilai buyback Rp 7.624.000. Pada kelompok menengah, cetakan 5 gram diposisikan pada Rp 13.957.000 dengan angka pengembalian Rp 12.707.000.

Selanjutnya, ukuran 10 gram dihargai Rp 27.857.000 dengan nominal buyback Rp 25.414.000. Di sisi lain, dilaporkan pula bahwa ketersediaan emas Antam dengan berat 250 gram hingga 1.000 gram masih belum dipasarkan atau belum tersedia untuk siklus perdagangan hari ini.

Berikut rincian harga emas Antam hari ini di Pegadaian:

0,5 gram: Rp 1.472.000

1 gram: Rp 2.839.000

2 gram: Rp 5.614.000

3 gram: Rp 8.395.000

5 gram: Rp 13.957.000

10 gram: Rp 27.857.000

25 gram: Rp 69.511.000

50 gram: Rp 138.939.000

100 gram: Rp 277.797.000

Berikut rincian harga buyback emas Antam di Pegadaian:

0,5 gram: Rp 1.270.000

1 gram: Rp 2.541.000

2 gram: Rp 5.082.000

3 gram: Rp 7.624.000

5 gram: Rp 12.707.000

10 gram: Rp 25.414.000

25 gram: Rp 63.223.000

50 gram: Rp 126.447.000

100 gram: Rp 252.895.000

Pada skala internasional, pergerakan komoditas ini justru merangkak naik hingga bertengger di atas batas 4.300 dolar AS per ons pada perdagangan Selasa, 16 Juni 2026. Berdasarkan pantauan grafik, nilainya berada di posisi 4.338,54 dolar AS per ons pada pukul 07.25 WIB, yang berarti terapresiasi sebesar 7,1 poin atau sekitar 0,16 persen dari sesi perdagangan sebelumnya.

Jika dihitung dalam kurun bulanan, performa logam mulia ini sebenarnya masih mencatat koreksi sebesar 5,07 persen. Walakin, dalam rentang waktu satu tahun ke belakang, aset aman ini terhitung melonjak sangat drastis hingga mencapai angka 27,99 persen. Trend penguatan ini dipicu oleh respon pelaku pasar yang menyambut positif peluang tercapainya rekonsiliasi damai antara pihak Amerika Serikat dan Iran.

Muncul ekspektasi tinggi bahwa kesepakatan politik ini bakal menormalkan kembali aktivitas pelayaran di Selat Hormuz serta mengikis kecemasan global terhadap potensi lonjakan harga sektor energi yang berisiko memantik inflasi serta memicu pengetatan suku bunga. Nota kesepahaman temporer antarkedua belah pihak dikabarkan siap ditandatangani di Swiss pada hari Jumat mendatang.

Presiden AS, Donald Trump, turut mengonfirmasi bahwa distribusi komoditas minyak dari wilayah Teluk Persia bakal berjalan kondusif seperti sediakala sesaat setelah kesepakatan tersebut resmi diimplementasikan. Walau begitu, kalangan investor terpantau masih mengambil langkah defensif lantaran pihak Washington maupun Teheran masih belum mempublikasikan dokumen resmi dari nota kesepahaman tersebut.

Para pelaku ekonomi saat ini juga tengah mengantisipasi serangkaian keputusan krusial dari otoritas moneter global sepanjang pekan ini, termasuk agenda pertemuan perdana bank sentral AS, Federal Reserve, yang kini berada di bawah kepemimpinan Ketua baru Kevin Warsh. Pihak The Fed diproyeksikan bakal tetap mempertahankan tingkat suku bunga acuan mereka saat ini.

Terkini