Pecah Rekor Terburuk Sejarah Rupiah Anjlok ke Level Rp18.016

Kamis, 04 Juni 2026 | 14:33:20 WIB
Ilustrasi rupiah melemah (sumber foto: NET)

JAKARTA - Nilai tukar mata uang Garuda kembali mencatatkan rapor paling merah dalam sejarah pada pembukaan transaksi Kamis pagi, 4 Juni 2026. Pergerakan mata uang lokal terpantau langsung terjun bebas menuju level Rp18.016 per dolar AS.

Kemerosotan tersebut memperlihatkan adanya penurunan sedalam 49 poin atau setara dengan 0,27 persen. Pada sesi penutupan di hari sebelumnya, posisi mata uang domestik masih bertengger di angka Rp17.966 per dolar AS.

Situasi di pasar finansial wilayah Asia sendiri terpantau bergerak sangat dinamis dalam merespons keperkasaan mata uang Negeri Paman Sam. Mayoritas mata uang di kawasan regional justru sanggup menguat tipis.

Mata uang won Korea Selatan menjadi yang paling tangguh dengan kenaikan 0,35 persen, disusul oleh peso Filipina yang terkerek naik 0,23 persen. Tren positif ini juga diikuti oleh pergerakan yen Jepang, yuan China, serta dolar Singapura.

Bila dirinci, berikut performa sejumlah mata uang utama dunia terhadap dolar AS pada perdagangan pagi ini:

Mata Uang Asia yang Menguat:

Won Korea Selatan: naik 0,35%

Peso Filipina: naik 0,23%

Yen Jepang: naik 0,11%

Yuan China: naik 0,05%

Dolar Singapura: naik 0,03%

Mata Uang Asia yang Melemah:

Ringgit Malaysia: turun 0,25% bersama dengan rupiah

Mata Uang Negara Maju:

Euro Eropa: menguat

Poundsterling Inggris: menguat

Franc Swiss: menguat

Dolar Australia: melemah tipis 0,01%

Kondisi tersebut memperlihatkan posisi mata uang dalam negeri menjadi salah satu yang paling menderita jika disejajarkan dengan negara-negara tetangga. Tren negatif terus membayangi pergerakan domestik sekalipun beberapa instrumen global merangkak naik.

Berdasarkan analisis pasar keuangan, lonjakan performa dolar AS dipicu oleh memanasnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Kondisi ini memaksa para penanam modal mengalihkan dana mereka ke instrumen yang dinilai lebih aman atau safe haven.

Tekanan bagi mata uang dalam negeri kian berat setelah rilis data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan hasil yang impresif. Realisasi indeks sektor jasa ISM serta serapan tenaga kerja versi ADP AS tercatat melampaui estimasi pasar.

Mengenai proyeksi pergerakan mata uang domestik di sepanjang hari ini, detail indikator perdagangan dapat dicermati sebagai berikut:

Level Pembukaan: Rp18.016 per Dolar AS

Rentang Prediksi Hari Ini: Rp17.900 sampai Rp18.050

Sentimen Utama: Geopolitik dan Data Ekonomi AS

Rangkuman indikator tersebut memetakan batasan fluktuasi mata uang lokal berdasarkan estimasi dari para pakar. Atensi utama para pelaku pasar kini tersedot pada jebolnya level psikologis baru tersebut.

Sentimen yang berasal dari internal dalam negeri saat ini dinilai belum cukup kuat untuk memberikan dorongan positif. Faktor inilah yang membuat langkah mata uang domestik untuk berbalik menguat menjadi semakin berat.

Merespons jebolnya benteng psikologis baru ini, otoritas moneter diharapkan dapat segera mengintervensi pasar. Langkah taktis yang agresif sangat dinantikan guna menjaga stabilitas nilai tukar domestik agar tidak merosot lebih dalam.

Secara umum, fluktuasi mata uang lokal di sepanjang hari ini diperkirakan bakal bergerak pada kisaran Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS. Para pelaku usaha diharapkan tetap mencermati segala perubahan arah ekonomi global.

Terkini