rincian Cicilan KUR BRI Rp50 Juta Terbaru untuk Tambahan Modal UMKM

rincian Cicilan KUR BRI Rp50 Juta Terbaru untuk Tambahan Modal UMKM
Ilustrasi umkm(sumber foto: NET)

JAKARTA - Program Kredit Usaha Rakyat atau KUR dari lembaga perbankan BRI kembali menjadi pilihan utama sebagai modal tambahan yang banyak dicari oleh para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah pada Juni 2026.

Melalui suku bunga yang tetap ringan serta jangka waktu pelunasan yang fleksibel, program pinjaman ini membuka peluang besar untuk mendapatkan dana segar tanpa harus terbebani oleh tagihan bulanan yang terlalu berat.

Pemerintah masih menetapkan besaran bunga untuk modal usaha ini pada angka 6 persen efektif per tahun bagi para nasabah yang mampu melengkapi seluruh persyaratan administrasi.

Dukungan finansial tersebut menjadikan skema pinjaman modal ini sebagai salah satu produk keuangan yang paling diminati, terutama bagi unit usaha skala mikro dan kecil yang berniat memperluas cakupan bisnisnya.

Salah satu plafon pengajuan yang paling banyak diminati oleh masyarakat adalah alokasi pinjaman sebesar Rp50 juta. Jumlah ini dinilai sangat ideal untuk menambah modal kerja, membeli peralatan produksi, memperbanyak stok barang dagangan, hingga membuka cabang usaha baru.

Berdasarkan data perhitungan yang dikeluarkan, berikut adalah perkiraan kewajiban setoran bulanan untuk plafon kredit Rp50 juta:

Tenor 12 bulan: Rp4.303.200 per bulan

Tenor 18 bulan: Rp2.911.800 per bulan

Tenor 24 bulan: Rp2.215.900 per bulan

Tenor 36 bulan: Rp1.520.900 per bulan

Perhitungan di atas dapat dijadikan sebagai acuan awal bagi para calon nasabah sebelum mengajukan berkas permohonan kredit.

Besaran nilai cicilan nantinya akan disesuaikan dengan jangka waktu pelunasan yang dipilih, sehingga para pelaku usaha dapat mengukur tingkat kemampuan bayar sesuai dengan kondisi keuangan usahanya.

Bagi pengusaha yang ingin menyelesaikan kewajiban pinjaman dalam waktu yang singkat, pilihan jangka waktu 12 bulan dapat diambil.

Dengan beban setoran berkisar Rp4,3 juta per bulan, seluruh kewajiban utang dapat diselesaikan dalam waktu satu tahun saja sehingga modal pinjaman tidak mengikat terlalu lama.

Pilihan tenggat waktu 18 bulan menawarkan nilai cicilan sekitar Rp2,91 juta per bulan. Opsi ini sangat cocok bagi nasabah yang menginginkan nilai angsuran lebih ringan dibanding paket satu tahun, namun tetap ingin melunasi utang dalam durasi yang relatif cepat.

Untuk pilihan jangka waktu dua tahun, jumlah kewajiban bulanan yang harus dibayarkan adalah berkisar Rp2,22 juta per bulan. Skema waktu ini sering kali menjadi pilihan utama karena menghadirkan titik temu yang seimbang antara nilai angsuran dan masa pelunasan.

Sementara itu, pilihan waktu 36 bulan hadir dengan nilai setoran bulanan yang paling rendah, yaitu berkisar Rp1,52 juta per bulan. Rentang waktu selama tiga tahun ini memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi pelaku usaha untuk mengelola perputaran uang sekaligus mengembangkan bisnisnya.

Bagi calon nasabah pemohon kredit yang berminat untuk mengajukan fasilitas modal ini, ada beberapa kriteria administrasi yang wajib dipenuhi:

Memiliki bidang usaha produktif serta dinilai layak untuk berkembang.

Usaha operasional sekurang-kurangnya telah aktif berjalan selama 6 months.

Tidak sedang menerima pinjaman produktif dari institusi perbankan lainnya.

Tidak memiliki kewajiban cicilan yang masih berjalan di platform fintech lending.

Menyiapkan dokumen legalitas usaha seperti NIB, IUMK, atau surat keterangan usaha yang sejenis.

Melampirkan kelengkapan data diri berupa KTP dan Kartu Keluarga.

Alokasi pinjaman senilai Rp50 juta ini masuk ke dalam kategori produk Mikro dengan ketentuan operasional sebagai berikut:

Batas maksimal pengajuan modal sebesar Rp50 juta.

Tingkat suku bunga sebesar 6 persen efektif untuk per tahun.

Masa Kredit Modal Kerja atau KMK paling lama 3 tahun.

Masa Kredit Investasi atau KI paling lama 5 tahun.

Bebas dari beban biaya administrasi dan provisi.

Proses permohonan fasilitas pendanaan ini dapat dilakukan secara online maupun dengan datang langsung ke kantor cabang terdekat.

Prosedur Pengajuan Lewat Jalur Online:

Membuka laman digital resmi untuk pendaftaran kredit.

Melakukan login akun atau mendaftarkan profil pengguna baru.

Memilih menu khusus untuk pengajuan kredit usaha.

Melengkapi pengisian data personal diri serta informasi bidang usaha.

Mengunggah seluruh berkas dokumen yang dipersyaratkan.

Mengirimkan draf permohonan lalu menanti tahapan pemeriksaan berkas.

Prosedur Pengajuan Lewat Jalur Offline:

Mendatangi kantor operasional cabang terdekat.

Membawa dokumen tanda pengenal diri beserta dokumen legalitas usaha.

Mengisi berkas formulir permohonan kredit yang disediakan.

Menjalani sesi wawancara bersama petugas lembaga keuangan.

Menunggu tahapan peninjauan lokasi usaha serta analisis kelayakan.

Dana modal akan dikirimkan ke rekening apabila berkas permohonan dinyatakan lolos verifikasi.

Alokasi pendanaan sebesar Rp50 juta ini tetap menjadi opsi yang sangat menarik bagi para pemilik UMKM yang membutuhkan pasokan modal tambahan pada tahun 2026.

Melalui nilai setoran yang dimulai dari angka Rp1,5 juta per bulan untuk jangka waktu 36 bulan, program jaminan modal ini menawarkan jalur pembiayaan yang tergolong terjangkau.

Meskipun demikian, para calon pemohon kredit tetap diwajibkan untuk menyesuaikan jumlah pinjaman serta durasi pelunasan dengan kapasitas keuntungan usaha agar proses pembayaran angsuran tetap berjalan aman tanpa kendala.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index