Werner Herzog dan Orlando Bloom Bicara Adegan Seks di Bucking Fastard

Werner Herzog dan Orlando Bloom Bicara Adegan Seks di Bucking Fastard

BULETINFINANSIAL.COM — Werner Herzog dan Orlando Bloom mempromosikan film terbaru mereka, "Bucking Fastard", di Festival Film San Sebastián. Keduanya membahas adegan threesome antara karakter Bloom dengan dua saudari yang diperankan Rooney dan Kate Mara. Herzog menyebut adegan itu punya pesona dan kedalaman tersendiri.

Adegan Threesome yang Dibicarakan

Salah satu adegan yang jadi perhatian adalah threesome antara karakter Bloom dengan kedua saudari tersebut. Bloom menilai adegan itu dibangun dengan kesederhanaan karakter dan hasrat badaniah, tapi tetap menyimpan sisi polos dari kedua saudari.

"Karakter saya, si Bucking Fastard, juga sensitif. Dan dia cukup cepat kehilangan kendali dalam beberapa hal. Itu momen yang sangat tulus," ujar Bloom.

Herzog menambahkan bahwa untuk adegan cinta, ia memilih mundur dan menyerahkan eksekusi kepada aktornya. Ia mengaku hanya memberi arahan singkat kepada Bloom soal posisi di ranjang bersama dua perempuan.

Herzog Puji Transformasi Orlando Bloom

Herzog menyebut Bloom telah meninggalkan citranya sebagai idola remaja. Ia meminta aktor itu menumbuhkan janggut dan membangun karakter yang lebih maskulin demi masuk ke wilayah akting baru.

"Kamu harus melangkah ke arena baru, memainkan peran yang berbeda," kata Herzog mengenang pesannya saat pertama bertemu Bloom.

Sang sutradara menilai transisi karier Bloom menarik untuk diikuti. Ia yakin masih banyak hal bagus yang akan datang dari aktor asal Inggris itu.

Bloom sendiri menyebut kerja sama dengan Herzog sebagai daftar keinginan yang akhirnya terwujud. Ia mengaku senang bisa beradu akting dengan Kate dan Rooney Mara selama syuting di Dublin.

Proyek Baru dan Kritik Herzog soal AI

Di tengah promosi "Bucking Fastard", Herzog mengungkap proyek berikutnya hampir rampung. Ia menyebut tinggal tiga hari lagi untuk menyelesaikan film terbarunya dan akan kembali bekerja pada Senin.

Ia tidak merinci judul proyek tersebut. Spekulasi mengarah pada "The Twilight World", adaptasi animasi dari buku Herzog yang mengisahkan perwira intelijen Jepang yang mempertahankan sebuah pulau kecil di Filipina selama 29 tahun setelah Perang Dunia II berakhir.

Herzog juga menyoroti bahaya kecerdasan buatan dan teknologi baru. Ia mengingatkan generasi muda agar tidak hidup dikendalikan algoritma yang terus mencuri perhatian.

"Kita harus mempertahankan jiwa kita dari gangguan luar. Mengapa tidak menggali lubang di tanah? Mengapa tidak membangun rumah kecil di pohon?" ujarnya.

Pernyataan itu muncul di tengah perdebatan soal film "About a Hero" karya Piotr Winiewicz, yang memberi data karya Herzog ke bot AI untuk menghasilkan skrip. Herzog sebelumnya menyebut film tersebut "sangat bodoh secara fenomenal".

Soal Kata Obsesi

Herzog sempat memotong wartawan yang menyebut proses panjang "Bucking Fastard" sebagai obsesi. Ia menegaskan dirinya sutradara yang santai dan menolak label tersebut.

"Kalau kamu obsesif, aktor akan kabur, produser akan kabur. Kamu harus lari dari dirimu sendiri jika obsesif, dan saya tidak, titik," tegasnya.

Ia mengaku punya banyak cerita bagus yang terus mendorongnya berkarya. Herzog menggambarkan cerita seperti pencuri yang masuk ke rumahnya, dan ia selalu menghadapi yang datang paling keras.

Herzog juga menerima Donostia Award di San Sebastián tahun ini, menegaskan posisinya sebagai salah satu sutradara paling produktif di sinema dunia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index