MEDAN - Pengamat Ekonomi Sumatera Utara dari sumbernya menyebutkan bahwa IHSG bergerak fluktuatif pada sesi perdagangan hari ini usai pasar menerima kepastian mengenai isu reshuffle kabinet.
IHSG sempat terjerembet ke level 6.371, lalu berbalik menguat menuju zona hijau pada posisi 6.550, sebelum akhirnya ditutup merosot tipis 0,1 persen di level 6.534,693.
Pihak dari sumbernya menerangkan, isu terkait reshuffle sempat mengguncang bursa saham domestik hingga IHSG mencatatkan penurunan melebihi 2 persen.
Faktor ketidakpastian mengenai reshuffle mendesak para pelaku pasar memilih bersikap waspada dengan menarik diri terlebih dahulu dari lantai bursa saham.
“Isu reshuffle ini sempat menekan pasar dalam angka yang signifikan. Pasar dibayangi ketidakpastian yang membuat mereka lebih bermain aman dengan keluar terlebih dahulu dari pasar saham,” ujar perwakilan dari sumbernya.
Berdasarkan penjelasannya, seusai kepastian mengenai jajaran yang terdampak reshuffle diumumkan, pasar keuangan bergegas berbalik arah.
IHSG bahkan sempat merambat balik ke area hijau biarpun pada sesi penutupan tetap berakhir menguji zona merah.
Beban pada pasar keuangan dalam negeri seketika menyusut usai ketidakpastian terkait reshuffle mulai berkurang.
Meski begitu, dinamika tersebut belum mampu menyelamatkan IHSG dari tren pelemahan di akhir sesi transaksi.
Pada saat bersamaan, nilai tukar rupiah turut mengalami depresiasi dan diperdagangkan melemah ke posisi 17.640 per dolar AS.
Selain dipengaruhi sentimen reshuffle, pelemahan mata uang rupiah juga terimbas oleh memanasnya tensi geopolitik yang mengerek harga minyak mentah dunia hingga menyentuh 107 dolar AS per barel.
Pihak dari sumbernya melanjutkan, aksi jual pada obligasi Amerika Serikat di satu sisi menandakan adanya peluang investasi alternatif yang dipandang lebih prospektif oleh para investor dibanding surat utang AS.
Namun demikian, lonjakan imbal hasil US Treasury juga dapat menjadi daya pikat bagi pemodal untuk kembali menanamkan dananya pada instrumen tersebut.
“Yield US Treasury yang terus naik justru menjadi pemanis bagi investor lain, yang tetap potensial membuat US Dolar menguat terhadap sejumlah mata uang negara berkembang termasuk Indonesia,” katanya.
Di sisi lain, komoditas emas dunia diperdagangkan melemah ke kisaran 4.290 dolar AS per ons troy.
Apabila dikonversikan ke dalam rupiah, harga emas bertahan di kisaran 2,45 juta rupiah per gram.
Pengamat dari sumbernya menilai koreksi terhadap harga emas dunia mengindikasikan bahwa lonjakan harga minyak mentah masih menjadi pemicu utama yang mendorong penurunan harga emas belakangan ini.