Belanja Barang Mewah Diproyeksi US$3,1 Miliar, Luxpawn Tambah Lounge di SCBD

Belanja Barang Mewah Diproyeksi US$3,1 Miliar, Luxpawn Tambah Lounge di SCBD

BULETINFINANSIAL.COM — Belanja barang mewah lewat kartu terbitan Indonesia diproyeksikan menyentuh US$3,1 miliar pada 2026. Angka Visa Business and Economic Insights itu mencakup transaksi di dalam maupun luar negeri. Luxpawn menangkap peluang tersebut dengan membuka lounge kedua di ASHTA District 8, SCBD, Jakarta Selatan.

Pasar yang membesar itu dinilai membuka pertanyaan lanjutan: bagaimana pemilik aset mewah mengelola nilai barang yang sudah mereka beli. Luxpawn, perusahaan pembiayaan aset mewah, memilih masuk ke celah itu.

Lounge Kedua di SCBD

Luxpawn membuka lounge keduanya di kawasan ASHTA District 8, Prosperity Tower, SCBD, Jakarta Selatan. Fasilitas itu disiapkan sebagai ruang konsultasi privat bagi pemilik aset.

Pembahasan di lounge mencakup karakteristik aset, proses penilaian, hingga pilihan pembiayaan yang tersedia. Model bisnisnya menyasar pemilik yang ingin mengakses nilai aset tanpa harus melepas kepemilikan.

Jakarta Jadi Magnet Merek Mewah

JLL memperkirakan Indonesia mencatat salah satu pertumbuhan jumlah konsumen barang mewah terkuat di ASEAN. Di Jakarta, tingkat ruang kosong mal premium berada di 4,2% pada kuartal pertama 2026.

Perusahaan konsultan properti itu juga mencatat masuknya sejumlah merek mewah internasional yang membuka gerai pertama di Indonesia. Deretan gerai baru itu menegaskan Jakarta masih jadi pintu masuk utama pasar mewah regional.

Data konsumsi dan aktivitas ritel tersebut menunjukkan perkembangan pasar barang mewah. Namun, data itu tidak mengukur permintaan pembiayaan berbasis aset.

Nilai Finansial di Balik Kepemilikan

Sebagian aset mewah punya nilai personal yang membuat penjualan bukan selalu pilihan pertama saat pemilik butuh likuiditas. Kondisi itu yang coba ditangkap Luxpawn.

"Selama ini, kepemilikan aset mewah lebih sering dikaitkan dengan status, lifestyle, dan personal enjoyment. Kami melihat ada dimensi lain dari sebuah kepemilikan, yaitu nilai finansial yang terdapat di dalam aset tersebut," ujar Sandy Soetjianto, Founder Luxpawn.

"Luxpawn hadir untuk membantu pemilik aset mengakses nilai tersebut melalui proses yang profesional, discreet, dan tetap menghargai karakteristik dari setiap aset," kata Sandy menambahkan.

Bagi pemilik barang mewah di Indonesia, pilihan pembiayaan berbasis aset menambah alternatif di luar menjual barang. Pasar yang tumbuh pesat membuat layanan semacam ini berpeluang menemukan permintaannya sendiri.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index