PTBA Incar Bisnis Hilirisasi Batu Bara Baru Selain DME

PTBA Incar Bisnis Hilirisasi Batu Bara Baru Selain DME
Tambang batu bara PT Bukit Asam Tbk. ( sumber : net )

JAKARTA — PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sedang merintis program hilirisasi batu bara guna eskalasi jangka panjang.

Di luar proyek gasifikasi batu bara menjelma Dimethyl Ether (DME), korporasi pun mulai memproduksi turunan lain layaknya metanol hingga kalium humat.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTBA, Una Lindasari memaparkan bahwasanya hal tersebut merupakan salah satu ikhtiar korporasi guna mendongkrak nilai tambah.

Setiap proyek yang bakal dilakoni dievaluasi secara selektif bersama mempertimbangkan nilai ekonomi serta kesiapan teknologinya.

“Hilirisasi menjadi salah satu fokus kami untuk menciptakan nilai tambah yang lebih besar. Kami melihat potensi yang luas dari sumber daya yang dimiliki oleh PTBA untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah termasuk DME, metanol dan kalium humat,” kata Una dari Sumbernya.

Kini, PTBA telah menjalankan pabrik percontohan kalium humat bersama kapasitas 171 ton per tahun serta mematok target pengembangan hingga 10.000 ton per tahun.

Di samping itu, korporasi mengekspansi portofolio menuju teritorial energi terbarukan melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di teritorial pasca tambang yang kapasitasnya telah menggapai 1,2 Mega Watt (MW).

“Ke depan PTBA akan terus mengidentifikasi berbagai potensial project di bidang hilirisasi, energi terbarukan, optimalisasi aset dan lahan pasca tambang maupun bidang bisnis potensial lainnya,” tambahnya dari Sumbernya.

Di sisi lain, Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA Turino Yulianto memaparkan kesiapan pengerjaan fisik proyek gasifikasi batu bara tersebut.

Dia menjabarkan bahwasanya pengerjaan proyek strategis ini sedang berada dalam fase studi kelaikan akhir di bawah koordinasi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

“Yang DME fungsinya adalah untuk mengurangi substitusi impor LPG, sedangkan SNG adalah untuk menutupi kekurangan kebutuhan gas untuk industri. Dua-duanya adalah program strategis nasional. InsyaAllah dalam waktu tidak lama lagi, targetnya tahun depan sudah mulai konstruksi,” jelasnya dari Sumbernya.

Proyek DME kelak bakal disuplai kepada Pertamina Patra Niaga sebagai penyerap, sementara proyek SNG bakal disalurkan melalui PGN.

PTBA mematok target kontribusi dari seluruh lini bisnis hilirisasi serta diversifikasi ini sanggup menggapai porsi 20% terhadap total pemasukan perseroan dalam rentang waktu empat tahun ke depan.

“Kita bertahap pengembangan diversifikasi ini. Kita sudah targetkan dalam empat tahun ke depan kontribusi dari hilirisasi dari diversifikasi ini sekitar 20% dari total pendapatan perseroan,” tandasnya dari Sumbernya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index