JAKARTA - Pejabat tinggi bidang pertanian membeberkan langkah taktis pemerintah dalam mengakselerasi kemandirian pasokan komoditas bawang putih.
Instansi kementerian terkait telah memberangkatkan rombongan kerja ke beberapa negara mitra, di antaranya India dan Tiongkok, guna memperoleh benih bawang putih unggul.
Dari sumbernya menyatakan pihak otoritas bertekad melangkah cekatan demi merealisasikan target swasembada bawang putih yang diproyeksikan terwujud 3 hingga 4 tahun mendatang.
Kendati demikian, pelaksanaan program tersebut masih terkendala oleh minimnya pasokan bibit yang tersedia.
"Kami sudah berangkat Dirjen ke India, ke China, bahkan seluruh dunia. arena memenuhi arahan untuk bibitnya. Kami ingin bergerak cepat tapi ternyata bibit itu tidak mudah. Sampai sudah ke Cina, ke India sudah," kata dari sumbernya dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).
Menurut pengamatannya, pasokan benih yang berhasil didapat saat ini akan dibudidayakan lebih dahulu di tanah air.
Strategi ini ditempuh guna memperbanyak ketersediaan benih lokal agar tingkat produksi komoditas tersebut dapat dipacu lebih tinggi.
Menurut dari sumbernya, hambatan utama dalam menggapai target mandiri pasokan bawang putih bukanlah urusan permodalan atau alokasi dana, melainkan kelangkaan benih.
Dari sumbernya menyebutkan angka kebutuhan nasional untuk bahan pangan ini paling banyak menyentuh kisaran 100 ribu ton.
"Tapi ini kita bibitkan supaya 2028 bisa lebih besar .Kami upayakan swasembada secepatnya karena kami butuh hanya 100 ribu maksimal. Sedangkan padi kan 7 juta, tapi bukan karena anggarannya, kami bisa pindahkan. Bukan karena anggarannya, tetapi karena bibitnya sangat terbatas," bebernya.
Pada kesempatan yang sama, jajaran Komisi IV DPR RI memberi persetujuan atas alokasi pagu dana bagi kementerian bersangkutan untuk 2027 sebesar Rp 28,01 triliun.
Pihak legislatif turut merestui usulan tambahan dana sebesar Rp 5 triliun guna optimalisasi komoditas perkebunan strategis, mencakup kelapa, lada, pala, tebu, kopi, kakao, hingga jambu mete.