Dirut Telkom Beberkan Target Transformasi Menuju Tahun 2030

Dirut Telkom Beberkan Target Transformasi Menuju Tahun 2030
Direktur Utama Telkom. ( SUMBER : NET )

JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menjalankan taktik pembaruan Telkom 30.

Seiring dengan langkah tersebut, korporasi pun bakal merancang susunan organisasi yang bukan cuma memusatkan perhatian pada sektor konsumen (consumer), melainkan merambah ke ragam servis lain.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyebutkan bahwa Telkom 30 bertindak sebagai agenda lima tahunan korporasi sampai 2030 mendatang.

Taktik ini dibentuk lewat empat tahap mendasar.

Kesatu adalah keunggulan operasional, supaya Telkom bertransformasi jadi kian cekatan, efisien, serta berorientasi kepada pelanggan.

Berikutnya merupakan streamlining atau perampingan portofolio guna memusatkan perhatian pada ranah yang menghadirkan penciptaan nilai (value creation) lebih tinggi bagi perusahaan, para pemegang saham, serta negara.

Pilar ketiga ialah membuka potensi nilai demi mengoptimalkan infrastruktur strategis, dimulai dari serat optik, menara telekomunikasi, pusat data (data center), sampai kabel bawah laut.

Terakhir yaitu menjalankan pembaruan model bisnis serta organisasi.

Dian menguraikan bahwa pihak perseroan berkeinginan menumbuhkan organisasi menjadi suatu strategic holding dengan menitikberatkan pada sinergi dan penciptaan nilai bagi para pemegang saham.

"Pada akhirnya, Telkom 30 berlandaskan satu ambisi utama: bergerak dari konektivitas dan infrastruktur menuju kecerdasan serta menciptakan berbagai peluang digital untuk masa depan," jelas Dian dalam keynote pembukaan Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 di Nusa Dua, Bali, Rabu (26/8/2026).

Bersamaan dengan hal itu, Telkom juga bakal merestrukturisasi organisasi agar semakin fokus serta menyediakan ruang bagi setiap lini usaha dalam menangkap peluang di segmen pasar masing-masing.

Sejauh ini, bisnis B2C (Business-to-Consumer) masih memegang peran sebagai penopang terbesar dan bakal terus memanfaatkan basis pelanggan yang kokoh serta jangkauan jaringan yang luas.

Di samping itu, tersedia segmen B2B (Business-to-Business) infrastruktur guna memperkuat kedudukan perseroan di ranah infrastruktur digital, mulai dari pusat data, serat optik, menara, satelit, aset jaringan, sampai backbone.

"Pada saat yang sama, B2B International akan memperluas jangkauan konektivitas global kami melalui kabel bawah laut dan layanan wholesale internasional. Sementara itu, layanan TI B2B akan mengonsolidasikan kapabilitas digital kami untuk menangkap permintaan yang terus meningkat akan solusi perusahaan yang terintegrasi," ucapnya.

Menurut Dian, langkah ini bukan sekadar perombakan pada infrastruktur semata, melainkan bagian dari reposisi Telkom Group untuk masa depan.

"Pada akhirnya, ini bukan sekadar perubahan infrastruktur. Ini adalah langkah kami memosisikan ulang Telkom Group untuk menangkap gelombang pertumbuhan berikutnya dan tetap relevan dalam industri digital yang berkembang pesat," tuturnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index