IHSG Ditutup Melemah 0,37% ke 6.501,67, Defisit Transaksi Berjalan dan Sanksi Iran Jadi Beban

IHSG Ditutup Melemah 0,37% ke 6.501,67, Defisit Transaksi Berjalan dan Sanksi Iran Jadi Beban

BULETINFINANSIAL.COM — Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks sempat dibuka menguat sebelum berbalik ke zona negatif pada sesi pertama dan bertahan di area merah hingga penutupan. Kelompok 45 saham unggulan alias LQ45 juga ikut tertekan, turun 2,64 poin atau 0,41 persen ke level 641,95.

Defisit Transaksi Berjalan Tembus USD12,5 Miliar

Bank Indonesia (BI) mencatat defisit transaksi berjalan kuartal II-2026 melebar menjadi USD12,5 miliar, setara 3,3 persen dari produk domestik bruto (PDB). Angka ini menjadi level tertinggi sepanjang sejarah dan memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap fundamental eksternal ekonomi Indonesia.

Melebarnya defisit tersebut terjadi seiring menyusutnya surplus barang dan meningkatnya biaya impor energi. Kondisi ini menjadi faktor internal yang menekan laju IHSG di tengah sentimen global yang tidak mendukung.

Sanksi AS ke Iran dan Wait and See Kebijakan China

Dari eksternal, pelemahan IHSG mengikuti mayoritas bursa kawasan Asia yang terkoreksi. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyebut pelemahan futures saham Amerika Serikat (AS) menjadi pemicu utama. Pasar menanti konferensi pers Menteri Keuangan AS Scott Bessent terkait rencana sanksi tambahan terhadap Iran.

"Meski Iran menyatakan langkah tersebut tidak akan melemahkan Teheran," ujar Nico dalam kajiannya, Senin (24/8).

Investor Asia juga bersikap wait and see menjelang pertemuan Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional China pada 25-28 Agustus 2026. Perhatian tertuju pada sinyal kebijakan baru pemerintah Tiongkok setelah sejumlah data ekonomi terbaru mengecewakan, di tengah komitmen mereka untuk memperkuat pertumbuhan.

Kinerja Sektor dan Saham Paling Aktif

Secara sektoral, mayoritas indeks industri mencatat pelemahan. Sektor kesehatan menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 2,30 persen, disusul properti yang turun 1,27 persen dan keuangan melemah 0,86 persen. Hanya dua sektor yang bertahan di zona hijau: barang baku naik 1,21 persen dan industri menguat tipis 0,15 persen.

Adapun saham-saham dengan penguatan terbesar hari ini antara lain PICO, ELIT, SAFE, EKAD, dan CENT. Di sisi lain, pelemahan terdalam terjadi pada saham MEJA, ICON, MPRO, SDMU, dan CBTN.

Nilai Transaksi Capai Rp14,26 Triliun

Aktivitas perdagangan tercatat cukup ramai dengan frekuensi 2,17 juta kali transaksi. Volume saham yang diperdagangkan mencapai 34,23 miliar lembar dengan nilai transaksi Rp14,26 triliun. Data menunjukkan sebanyak 276 saham berhasil naik, 384 saham melemah, dan 303 saham stagnan.

Di kawasan Asia, mayoritas indeks ditutup melemah. Nikkei turun 0,69 persen ke 65.560,00, Shanghai melemah 0,59 persen ke 3.882,01, dan Hang Seng terkoreksi 1,89 persen ke 25.517,33. Kospi menjadi yang terparah dengan anjlok 3,12 persen ke 6.696,96, sementara Strait Times melemah tipis 0,15 persen ke 5.680,69.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index