Ajang Balap MotoGP Mandalika Berhasil Memberdayakan SDM Petugas Lokal

Ajang Balap MotoGP Mandalika Berhasil Memberdayakan SDM Petugas Lokal
Ajang Balap MotoGP Mandalika (FOTO: NET)

JAKARTA - Pelaksanaan ajang balap sepeda motor MotoGP Mandalika turut membawa berkah untuk sumber daya manusia (SDM) atau talenta daerah dari Nusa Tenggara Barat (NTB).

Beberapa petugas lintasan atau marshal sebagai tim pendukung pada ajang MotoGP Mandalika dapat menjalankan peran di Malaysia hingga Jepang.

SVP Corporate Secretary PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, Yudhistira Setiawan menjelaskan, perhelatan MotoGP Mandalika dapat memberdayakan 100 persen tenaga daerah sebagai marshal.

Padahal, pada awalnya masih memanfaatkan tenaga asing.

"Tahun 2021 waktu WSBK pertama kali diadakan, semua marshal-nya 100 persen asing. Tapi dua tahun kemudian marshal-nya 100 persen lokal," ujar Yudhistira dalam konferensi pers di Sarinah, Jakarta, Selasa (11/8/2026).

InJourney memberikan edukasi serta pelatihan demi menggembleng keahlian SDM daerah selaku marshal MotoGP.

Dampaknya turut tampak dari beberapa talenta yang berhasil memperoleh kesempatan bertugas di Sirkuit Sepang, Malaysia, sampai Motegi, Jepang.

"Ini yang perlu kami patut banggakan adalah Marshal-marshal ini bahkan sudah bisa kami ekspor untuk menjadi Marshal di race di negara lain," katanya.

Berdasarkan pandangannya, 'ekspor' marshal tersebut menjadi salah satu bukti keberhasilan pembangunan pariwisata di Indonesia.

Dalam momen yang sama, perhelatan MotoGP Mandalika sanggup mendongkrak efek perekonomian daerah melalui sumbangsih mencapai Rp 4,96 triliun serta mempekerjakan 3.000 tenaga kerja lokal pada 2025.

"Ini membuktikan bahwa destinasi itu tidak hanya menciptakan satu jumlah wisatawan yang hadir, jumlah penonton yang hadir, tetapi menciptakan bagaimana economical impact, social impact yang kemudian manfaatnya dirasakan jauh lebih luas dari hanya sekadar rupiah. Ini yang penting bagi kami," pungkasnya.

Sebelumnya, kegiatan MotoGP Indonesia kembali digelar menggunakan nama resmi Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.

Dilaksanakan pada 9-11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, The Mandalika, Nusa Tenggara Barat, perhelatan tersebut bakal menjadi tahun kelima penyelenggaraan MotoGP di Tanah Air.

"Memasuki tahun kelima, Pertamina Grand Prix of Indonesia telah menjadi katalis pengembangan destinasi The Mandalika sekaligus instrumen nation branding Indonesia di mata dunia. Dengan jangkauan siaran yang mencapai sekitar 677 juta pasang mata secara global, ajang ini memperlihatkan bagaimana Indonesia mampu menghadirkan event berstandar dunia sekaligus menciptakan dampak nyata bagi masyarakat," kata Direktur Utama InJourney, Maya Watono, di Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.

Pada ajang kompetisi balap motor musim ini, 76 pembalap tersohor dunia dari 23 negara bakal berpartisipasi, terdiri atas 22 pembalap MotoGP dari delapan negara, 28 pembalap Moto2 dari 13 negara, serta 26 pembalap Moto3 dari 12 negara.

Indonesia bakal diwakili oleh dua pembalap yang akan beradu cepat di kejuaraan dunia, yaitu Mario Suryo Aji pada kelas Moto2 dan Veda Ega Pratama pada kelas Moto3.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyampaikan keberadaan pembalap Indonesia pada tingkat dunia menjadi bukti nyata perkembangan pembinaan olahraga motorsport nasional.

"Kehadiran Mario Suryo Aji di Moto2 dan Veda Ega Pratama di Moto3 menunjukkan bahwa pembinaan olahraga motorsport Indonesia berada pada arah yang positif. Pertamina Grand Prix of Indonesia bukan hanya menghadirkan tontonan kelas dunia, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk berani bermimpi, berkompetisi, dan berprestasi di tingkat internasional," ujarnya.

Di samping itu, Indonesia untuk kali pertama mengoptimalkan keahlian sumber daya manusia daerah.

Mengusung tema The Rise of Local Heroes, Maya mengutarakan seluruh marshal yang bertugas pada tahun ini merupakan talenta lokal NTB yang memenuhi kualifikasi internasional.

"Ini adalah bukti bahwa Pertamina Grand Prix of Indonesia tidak hanya menghadirkan kebanggaan nasional, tetapi juga membuka peluang, meningkatkan kompetensi, dan menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat daerah," ujar dia.

Sejak kemarin, pihak penyelenggara secara resmi melepas tiket ajang balapan motor tersebut yang dibuka melalui program early bird.

Program yang diselenggarakan sampai pekan kedua Juli 2026 tersebut menyajikan potongan harga 50 persen.

Berikutnya, Presale 1 bergulir pada pekan kedua Juli hingga pekan kedua Agustus 2026 lewat potongan harga 30 persen, dan Presale 2 pada pekan kedua Agustus hingga pekan ketiga September 2026 lewat diskon 20 persen.

Tiket resmi dijajakan lewat aplikasi GOERS selaku Official Master Ticketing Partner, laman resmi themandalikagp.com, serta Official Ticket Booth Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sarinah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index