Rencana Tiga Kapal Pelni Rp 4,5 Triliun Bukti Kelayakan Industri LOKAL

Rencana Tiga Kapal Pelni Rp 4,5 Triliun Bukti Kelayakan Industri LOKAL
Kapal Pelni (FOTO: NET)

JAKARTA - Agenda PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) mendirikan tiga kapal penumpang baru seharga Rp 4,5 triliun dipandang wajib dijadikan sarana guna menguji serta memperlihatkan kapabilitas galangan kapal dalam negeri.

Ketua Umum Institut Galangan Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo), Anita Puji Utami, menyebutkan program tersebut selaras dengan petunjuk Presiden Prabowo Subianto guna mengukuhkan armada nasional dan industri galangan kapal domestik.

“Proyek tiga kapal baru Pelni harus menjadi momentum untuk menguji sekaligus membuktikan kemampuan galangan kapal nasional,” ujar Anita dikutip dari Sumbernya.

Berdasarkan penuturan Anita, keterlibatan entitas asal Italia pada perancangan desain kapal tak mewajibkan pengerjaannya dilaksanakan di luar negeri.

Perancangan beserta pengerjaan fisik kapal ialah dua tahapan yang dapat dieksekusi oleh pihak berlainan, selama galangan memenuhi kualifikasi teknis, standar keamanan, dan klasifikasi internasional.

Iperindo turut mendesak Danantara menggaransi program ini memberi dampak langsung terhadap industri maritim domestik.

Sederet galangan dalam negeri dianggap sudah mempunyai kapasitas maupun sarana buat menggarap proyek kapal modern.

“Jika proyek strategis seperti ini dipercayakan kepada galangan nasional, manfaatnya tidak hanya menghasilkan tiga kapal baru, tetapi juga memperkuat daya saing industri maritim, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri, dan menggerakkan ekonomi nasional,” kata Anita.

Iperindo mendata industri galangan domestik mempunyai daya tampung pemuatan hingga kisaran 1.200 kapal tiap tahunnya, didukung sarana perbaikan berkisar 36.000 dock space, serta industri pendukung yang memproduksi bermacam elemen kapal.

Program Pelni dinilai kian strategis seusai Presiden Prabowo menyorot sekitar 95% pengangkutan komoditas Indonesia masih memakai kapal berbendera asing.

Oleh sebab itu, pengerjaan kapal Pelni di dalam negeri diharapkan menjadi tindakan nyata dalam mengukuhkan kemandirian sektor maritim sekaligus menekan ketergantungan pada armada asing.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index