JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan dibuka menanjak pada aktivitas transaksi hari Jumat (7/8/2026).
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia sampai pukul 09.09 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan bertambah 28,822 poin atau 0,45 persen ke posisi 6.372,533.
Sepanjang sesi pagi, indeks sempat dibuka di posisi 6.354,02 atau naik 0,16 persen dari penutupan hari sebelumnya di posisi 6.343, sebelum meneruskan kenaikan hingga 6.372,533 pada pukul 09.09 WIB.
Sebanyak 275 saham menguat, 208 saham melemah, serta 205 saham tidak berubah.
Aktivitas transaksi mencapai 4,4 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp 1,5 triliun.
Kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan hari ini dipicu oleh sebagian besar sektor yang berada di wilayah positif.
Sektor energi memimpin lonjakan dengan kenaikan 1,05 persen, diikuti sektor infrastruktur sebesar 0,92 persen serta sektor properti yang naik 0,80 persen.
Kinerja sektor-sektor tersebut menjadi penyokong utama pergerakan indeks pada awal perdagangan.
Dari golongan saham unggulan LQ45, sejumlah emiten mencatatkan kenaikan berarti.
PT Bumi Resources Tbk dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk sama-sama menguat 3,35 persen masing-masing ke posisi Rp 185 dan Rp 9.250.
Sementara itu, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk naik 2,29 persen ke Rp 1.115.
Di sisi lain, tekanan datang dari PT Mitra Adiperkasa Tbk yang turun 1,18 persen ke Rp 1.670, disusul PT Elang Mahkota Teknologi Tbk dan PT Hartadinata Abadi Tbk yang masing-masing terkoreksi 0,94 persen.
Pergerakan bursa saham Asia pada Jumat pagi cenderung mixed.
Indeks Shanghai Composite menjadi salah satu yang menguat dengan kenaikan 0,38 persen ke posisi 3.915,01.
Sebaliknya, indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,98 persen, Kospi Korea Selatan melemah 1,06 persen, Hang Seng Hong Kong terkoreksi 0,24 persen, serta S&P/ASX 200 Australia turun 0,17 persen.
Ragam pergerakan tersebut menggambarkan sikap cermat investor dalam menyikapi perkembangan sentimen global.
Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS masih berada di bawah tekanan.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah berada di posisi Rp 17.934 per dollar AS pada Jumat pagi atau melemah 11 poin, setara 0,06 persen, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp 17.923 per dollar AS.
Pelemahan rupiah terjadi di tengah pergerakan pasar keuangan global yang masih berfluktuasi.