Kebijakan Tarif Baru 15% Bagi Bahan Panel Surya China Resmi Berlaku

Kebijakan Tarif Baru 15% Bagi Bahan Panel Surya China Resmi Berlaku
Presiden AS Donald Trump (FOTO: NET)

JAKARTA - Pemerintah Amerika Serikat (AS) lagi-lagi merilis paket regulasi niaga bersifat proteksionis.

Langkah anyar Gedung Putih ini mengeksekusi ketentuan batas harga terendah beserta pungutan tarif 15% terhadap seluruh barang turunan polisilikon.

Elemen polisilikon merupakan material mentah primer dalam pembuatan komponen semikonduktor dan panel surya yang mayoritas dikuasai oleh China.

Langkah strategis rancangan Presiden AS Donald Trump tersebut memanfaatkan Pasal 232 Undang-Undang Perluasan Perdagangan tahun 1962 guna mengokohkan ekosistem pasokan chip dan modul surya dalam negeri agar mampu menandingi China di ranah kecerdasan buatan serta sektor energi.

"Rencana aksi dalam proklamasi ini, antara lain, akan membantu memastikan kelayakan komersial produksi polisilikon dan turunannya di Amerika Serikat yang diperlukan untuk memenuhi persyaratan ekonomi dan keamanan nasional Amerika Serikat," kata pengumuman pemerintah AS dikutip dari Reuters, Jumat (7/8/2026).

Senyawa polisilikon, yakni wujud silikon berkadar kemurnian tinggi, menempati urutan paling hulu dalam rantai manufaktur perakitan semikonduktor serta modul surya.

Para pelaku industri mengolah wafer silikon menjadi sel surya yang selanjutnya dirangkai menjadi susunan panel untuk kebutuhan proyek energi surya.

Dalam kurun sepuluh tahun belakangan, berbagai fasilitas pabrik di AS kerap menuding China melancarkan aksi obral harga panel surya di pasar, menikmati subsidi negara secara tak wajar, hingga mengalihkan basis pabrikasi ke negara ketiga demi meloloskan diri dari beban bea impor AS.

Wilayah AS saat ini ditopang oleh dua fasilitas manufaktur polisilikon.

Entitas Hemlock Semiconductor, yang menjalankan operasional pabrik di Michigan, berstatus sebagai entitas kongsi antara Corning dan Shin-Etsu Handotai asal Jepang.

Di samping itu, Wacker Chemie yang berpusat di Munich turut memutarkan roda operasional fasilitas produksi di Tennessee.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index