JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bakal menjadi instrumen strategis pemerintah guna memperkuat ketahanan pangan bersamaan dengan mendorong pertumbuhan ekonomi dari desa.
Koperasi desa tidak sekadar didirikan sebagai lembaga usaha, melainkan disiapkan menjadi pusat layanan ekonomi yang mempertemukan petani, nelayan, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam sebuah ekosistem yang terintegrasi.
KDKMP bakal menjalankan peran sebagai off-taker komoditas, simpul logistik desa, penyalur subsidi, serta penggerak program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis.
Di tingkat desa, koperasi juga menghadirkan unit usaha seperti toko sembako, simpan pinjam, klinik desa, apotek, sampai gudang penyimpanan atau cold storage yang terhubung dengan BUMN dan mitra strategis lainnya.
Zulhas ini menegaskan, KDKMP menjadi instrumen strategis pemerintah guna memperkuat ketahanan pangan bersamaan dengan mendorong pertumbuhan ekonomi dari desa.
Koperasi desa tidak sekadar didirikan sebagai lembaga usaha, melainkan disiapkan menjadi pusat layanan ekonomi yang mempertemukan petani, nelayan, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam sebuah ekosistem yang terintegrasi.
Secara nasional, perkembangan KDKMP menunjukkan capaian signifikan.
Hingga saat ini, tercatat 83.382 koperasi telah berbadan hukum, 79.708 koperasi mempunyai akun Simkopdes, dan 60.801 koperasi mempunyai Nomor Induk Berusaha.
Dari sisi fisik, terdapat 35.857 titik lahan siap dibangun, 16.180 unit dalam proses pembangunan, dan 19.222 unit telah rampung 100 persen.
Guna mempercepat operasionalisasi, pemerintah menyiapkan beberapa langkah, mulai dari penguatan tata kelola, percepatan pembangunan sekitar 35.000 unit hingga Agustus 2026, dukungan pembiayaan, serta koordinasi lintas kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan BUMN.
Seminar ini juga menjadi ruang dialog guna meningkatkan pemahaman publik, meluruskan disinformasi, dan memperkuat kolaborasi dalam pengembangan ekonomi desa.
Pemerintah ingin memastikan KDKMP benar-benar menjadi motor ekonomi rakyat dari bawah.
Dengan koperasi yang berjalan aktif, desa diharapkan kian mandiri, petani dan nelayan mempunyai daya tawar lebih kuat, distribusi pangan lebih efisien, dan kesejahteraan masyarakat meningkat secara berkelanjutan.
Menko Zulhas sebelumnya mengajak kalangan dunia usaha memanfaatkan bermacam peluang investasi yang tersedia melalui program-program strategis pemerintah.
Langkah tersebut ditujukan guna memperkuat ketahanan pangan nasional bersamaan dengan mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam membangun ekosistem pangan yang kuat dan berkelanjutan. Dunia usaha perlu menjadi mitra strategis dalam memperkuat rantai pasok, distribusi, pengolahan, hingga peningkatan nilai tambah sektor pangan dari hulu sampai hilir," kata Zulhas dari Sumbernya.
Zulhas menyatakan sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci supaya bermacam program strategis nasional tidak berhenti sebagai kebijakan semata.
Kolaborasi tersebut juga mesti sanggup membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan nilai tambah di sektor pangan.
"KDMP disiapkan sebagai simpul ekonomi desa yang menghubungkan petani, koperasi, pelaku usaha lokal, dan pasar yang lebih luas," ujarnya.
Lebih dari 30.000 koperasi desa/kelurahan telah terbentuk di bermacam wilayah Indonesia dan diproyeksikan menjadi pusat distribusi pangan, penyerapan hasil produksi, serta penggerak ekonomi masyarakat dari desa.
Sebelumnya, pemerintah menargetkan pembangunan 35.872 gedung KDMP rampung pada Agustus 2026.
Setelah pembangunan tahap awal selesai, koperasi tersebut direncanakan mulai beroperasi pada September 2026 guna mendukung distribusi pangan, penyerapan hasil pertanian dan perikanan, serta penyaluran bermacam bantuan pemerintah.
Zulhas juga menyampaikan pemerintah menargetkan pembangunan KDMP dilakukan secara bertahap.
Program tersebut diharapkan menjadi instrumen guna memperkuat ekonomi desa, mengurangi kemiskinan, sekaligus memperluas kesempatan kerja melalui pengembangan usaha berbasis koperasi.