Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melaju 5,29 Persen Ditopang Konsumsi

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melaju 5,29 Persen Ditopang Konsumsi
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melaju 5,29 Persen (FOTO: NET)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik melaporkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai angka 5,29% di kuartal II 2026.

Aktivitas konsumsi masyarakat dicatat menjadi pendorong utama pada peningkatan perekonomian ini.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud menegaskan aktivitas konsumsi masyarakat memberi sumbangsih besar bagi produk domestik bruto pada pos pengeluaran.

"Komponen pengeluaran yang memberikan kontribusi terbesar pada PDB adalah konsumsi rumah tangga dengan kontribusi sebesar 53,32% dan tumbuh 5,06% (year on year)," kata Edy dalam rilis BPS, Rabu (5/8/2026).

Dia menguraikan, menguatnya konsumsi masyarakat dipengaruhi oleh agenda liburan yang berlangsung di sepanjang kuartal II-2026.

Rincian konsumsi masyarakat yang mengalami kenaikan tinggi yakni rumah makan dan perhotelan sebesar 6,47%.

Di samping itu, lini perhubungan beserta sarana komunikasi turut naik hingga 5,71%.

"Kalau kami dalami perkembangan pertumbuhan komponen pendorong utama ekonomi dari sisi pengeluaran kami bisa lihat bahwa konsumsi rumah tangga tumbuh menguat didorong oleh momen hari libur dan hari besar keagamaan," jelas dia.

Tak hanya itu, pos Pembentukan Modal Tetap Bruto turut memberikan andil 29,36 persen serta mengalami kenaikan 6,87 persen secara yoy.

PMTB pun tercatat tumbuh positif yang ditunjukkan oleh beberapa indikator penanaman modal.

Sebagaimana bagian PMTB yang naik secara positif yakni sarana transportasi sebesar 26,03 persen, perlengkapan lainnya naik sebesar 16,18 persen, serta peningkatan realisasi investasi di BKPM, data BKPM sebesar 7,14 persen.

Konsumsi Pemerintah

Pos pengeluaran yang melonjak pesat yaitu belanja negara yang didorong oleh naiknya penyaluran anggaran pegawai beserta belanja barang dan jasa pada kuartal II 2026.

Pertumbuhan Konsumsi Pemerintah

BPS merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2026

Belanja negara melaju 15,97% beriringan dengan naiknya penyaluran anggaran.

Awalnya anggaran pegawai terdorong menguat sejalan dengan penyerahan penghasilan ke-13 bagi ASN, TNI, Polri serta percepatan pencairan tunjangan tenaga pendidik non-PNS.

"Selain itu, konsumsi pemerintah juga tumbuh juga didorong oleh peningkatan realisasi belanja barang dan jasa, terutama pada belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat berupa salah satunya berupa program makan bergizi gratis (MBG)," jelas dia.

Bila dicermati dari pangkal pendorongnya pada triwulan II 2026 ini, konsumsi masyarakat tetap memegang peranan terbesar yakni sejumlah 2,67%.

Di samping itu peningkatan perekonomian triwulan II-2026 turut disokong oleh aspek PMTB melalui pangkal pendorong sebesar 2,06% dan belanja negara memberikan pangkal pendorong sebesar 1,07%.

Sementara itu ekspor neto menyumbang angka pendorong sejumlah minus 0,78%.

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29%

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik melaporkan kinerja ekonomi nasional naik 5,29% pada kuartal II-2026.

Angka pencapaian ekonomi tersebut sedikit di bawah kurun waktu yang sama sebelumnya.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud melaporkan perekonomian Indonesia mencatatkan peningkatan.

Dia melaporkan nilai produk domestik bruto pada kuartal II-2026 berdasar harga berlaku setara Rp 6.552,1 triliun.

Sementara itu, PDB berdasar harga konstan setara Rp 3.576,2 triliun.

"Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 dibandingkan dengan triwulan II 2025 atau secara year on year (yoy) tumbuh 5,29%," kata Edy dalam rilis BPS, Rabu (5/8/2026).

Pencapaian tersebut sedikit di bawah dari perolehan laju ekonomi tahunan di kuartal I-2026.

Pada masa itu, ekonomi Indonesia naik 5,61%.

Meski begitu, peningkatan ekonomi kuartal II-2026 jika disandingkan dengan triwulan I-2026 atau secara quartal to quartal naik sebesar 3,73%.

Selanjutnya, apabila disandingkan dengan semester I-2026 atau secara c-to-c, kinerja ekonomi nasional naik sebesar 5,45%.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index