JAKARTA - Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Hashim Djojohadikusumo menegaskan Indonesia merupakan negara yang aman bagi investor global untuk menanamkan modal dan menjalankan bisnis.
Hashim mengatakan Indonesia konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif atau non-alignment sehingga terbuka terhadap investasi dari berbagai negara.
"Kami telah memegang teguh kebijakan yang kami sebut sebagai non-blok.
Dengan kata lain, kami adalah negara yang bersikap sepenuhnya netral," kata Hashim dalam Indonesia Thailand Business Forum di Jakarta, Selasa (4/8/2026) dari Sumbernya.
Baca juga:
Kadin Siapkan Empat Quick Win, Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Menurut dia, Indonesia menerima investasi dari berbagai negara, termasuk Rusia, China, Amerika Serikat, negara negara Eropa, Jepang, dan Australia.
"Dan kami dapat meyakinkan seluruh investor dan mitra dagang mengenai keandalan, serta fakta bahwa investasi anda aman.
Investasi anda aman dan akan selamanya aman," ujarnya dari Sumbernya.
Indonesia-Thailand Bentuk Komisi Perdagangan, Bidik Nilai Dagang 20 Miliar Dolar AS Artikel Kompas.id
Hashim mengatakan hubungan ekonomi Indonesia dan Thailand telah terjalin lama.
Kedua negara juga pernah menghadapi tantangan serupa saat krisis keuangan Asia pada 1997.
Meski sempat mengalami tekanan ekonomi, perusahaan di kedua negara dinilai mampu bertahan dan menunjukkan ketahanan bisnis.
Ia menambahkan kondisi ekonomi global saat ini membuat Indonesia dan Thailand perlu memperkuat kerja sama untuk menghadapi berbagai tantangan, termasuk kenaikan harga energi yang berdampak pada harga komoditas.
Baca juga:
Thailand Siapkan Rekening Khusus agar Warga Rajin Menabung dan Investasi
Hashim optimistis hubungan ekonomi kedua negara akan terus meningkat, termasuk melalui peningkatan perdagangan bilateral.
Ia berharap target perdagangan Indonesia dan Thailand sebesar 20 miliar dollar AS dapat tercapai dalam beberapa tahun mendatang.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menyepakati target perdagangan bilateral sebesar 20 miliar dollar AS pada 2030 melalui implementasi Roadmap Kemitraan Strategis Indonesia Thailand 2026 sampai 2030.
"Kerja sama ekonomi tetap menjadi pilar utama hubungan bilateral kami.
Kami optimistis target perdagangan sebesar 20 miliar dollar AS pada tahun 2030 dapat dicapai melalui implementasi roadmap kemitraan strategis," kata Prabowo usai menerima kunjungan PM Thailand di Istana Merdeka, Senin (3/8/2026) dari Sumbernya.