JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan berpotensi meneruskan tren kenaikan ke kisaran 6.137 hingga 6.254 pada transaksi hari Rabu (15/7/2026).
Beberapa saham pilihan meliputi CDIA, RAJA, WIFI, serta SMDR kini tengah dipantau oleh para analis.
Berdasarkan catatan dari Tim Analis MNC Sekuritas, IHSG berakhir menguat tipis sebesar 0,03% di posisi 6.039 pada transaksi hari Selasa (14/7/2026).
MNC menyebutkan bahwa target awal kenaikan pada angka 6.083 sudah terealisasi, dan jika dilihat secara teknikal, IHSG masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan sebagai bagian wave (c) dari wave [iv] dalam pola triangle.
"IHSG berpeluang menguat menguji area 6.137-6.254. Cermati area koreksi terdekat yang diperkirakan berada di 5.974-6.020," tulis Tim Analis MNC Sekuritas dalam risetnya.
MNC memproyeksikan bahwa level support IHSG berada pada angka 5.839 dan 5.607, sedangkan level resistance dipatok pada 6.286 dan 6.599.
Adapun beberapa saham yang menjadi pilihan utama MNC untuk perdagangan hari ini adalah CDIA, RAJA, WIFI, dan SMDR.
Pada sisi lain, tim riset Phintraco Sekuritas berpandangan bahwa fluktuasi pasar masih akan dipengaruhi oleh kembali memanasnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang menimbulkan kekhawatiran terkait pasokan minyak dunia.
Kendati demikian, sentimen positif dari dimulainya periode perilisan laporan keuangan perusahaan di AS diharapkan dapat memberikan dukungan bagi pergerakan pasar.
"IHSG diperkirakan bergerak sideways di rentang 5.800-6.000 sepanjang pekan ini, dengan level pivot di 5.900, support di 5.800, dan resistance di 6.000," tulis tim riset Phintraco Sekuritas.
Selain memantau kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah, para pelaku pasar juga menyoroti mulainya musim rilis laporan keuangan kuartal II/2026 di AS, data inflasi (CPI), angka penjualan ritel, hingga pernyataan dari Ketua The Fed Kevin Warsh yang diharapkan mampu memberikan indikasi terkait arah kebijakan suku bunga.
Dari dalam negeri, perhatian para pemodal terarah pada agenda lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan pengumuman data Statistik Utang Luar Negeri (ULN).
Dengan mempertimbangkan berbagai sentimen tersebut, Phintraco memberikan rekomendasi untuk saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO), PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR), PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS), PT Vale Indonesia Tbk. (INCO), PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI), dan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG).