Menkeu Optimistis Defisit APBN 2026 Tetap Aman dan Terkendali

Menkeu Optimistis Defisit APBN 2026 Tetap Aman dan Terkendali
Menkeu purbaya yudhi sadewa.(FOTO:NET)

JAKARTA - Ketahanan ekonomi Indonesia terus memperlihatkan kekuatan yang solid di tengah situasi global yang dinamis.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjamin bahwa tata kelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN 2026 berada dalam kondisi yang aman, sehat, serta terukur.

Walaupun pemerintah memperkirakan defisit APBN 2026 meningkat menjadi Rp734,3 triliun atau berkisar 2,85 persen terhadap Produk Domestik Bruto, jumlah ini dijamin masih di bawah batas aman undang-undang, yakni 3 persen dari PDB.

Perubahan dari target semula sebesar Rp689,1 triliun atau 2,68 persen dari PDB ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat dan komitmen total pemerintah untuk menjaga kemampuan belanja masyarakat.

Kebijakan itu diimplementasikan lewat penambahan anggaran subsidi dan kompensasi energi senilai Rp132 triliun demi menjaga stabilitas harga kebutuhan utama di dalam negeri.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pelebaran defisit ini tidak akan diikuti dengan kebijakan menaikkan pajak.

Di sisi lain, keyakinan ini bertumpu pada target pendapatan negara yang diperkirakan tetap kokoh menyentuh Rp3.208,1 triliun, disokong oleh kenaikan penerimaan perpajakan yang secara ajek dipertahankan di level 23 persen.

Melalui perkiraan total belanja negara yang menembus Rp3.942,4 triliun, pemerintah menjamin bahwa ekspansi instrumen finansial ini bernilai produktif dan berfokus langsung pada kemakmuran rakyat.

Ketersediaan ruang fiskal terbukti masih sangat kuat untuk menyokong seluruh agenda utama nasional tanpa mengusik keseimbangan makroekonomi.

Melalui tata kelola risiko yang hati-hati serta kepatuhan anggaran yang ketat, realisasi pembiayaan APBN diatur secara maksimal demi menjaga keberlanjutan pembangunan hingga penutupan tahun.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index