Analisis IHSG 14 Juli: Berpotensi Naik Menuju Target 6150

Analisis IHSG 14 Juli: Berpotensi Naik Menuju Target 6150
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan.(FOTO:NET)

JAKARTA - Riset harian dari BNI Sekuritas memaparkan bahwa indeks saham di bursa Wall Street berakhir di zona merah pada transaksi hari Senin (13/7).

Sikap pelaku pasar tersebut dipengaruhi oleh langkah Presiden AS Donald Trump yang kembali memblokir pengiriman kapal Iran di Selat Hormuz, sehingga memicu lonjakan harga minyak global dan memperparah kecemasan akan inflasi.

Pada penutupan tersebut, indeks S&P 500 merosot sebesar 0,79%, Nasdaq Composite terpangkas hingga 1,55%, dan Dow Jones Industrial Average menyusut 0,26%.

Melalui media sosial Truth Social, Trump menegaskan bahwa AS kembali menerapkan blokade pada kapal-kapal asal Iran serta pihak-pihak yang bertransaksi dengan negara bersangkutan.

Trump juga menyatakan bahwa AS memegang peran sebagai 'penjaga Selat Hormuz' dan bakal memungut biaya kompensasi pengamanan senilai 20% bagi seluruh kargo yang melewati perlintasan laut vital tersebut.

Dampak dari pengumuman ini langsung mendongkrak harga minyak mentah dunia.

Harga minyak jenis WTI melonjak tajam sebesar 9,4% menuju level US$ 78 per barel, sementara jenis Brent meroket hingga 9,6% ke posisi US$ 83 per barel.

Di sektor saham teknologi, saham SK Hynix yang tercatat di bursa AS anjlok sedalam 9% setelah sebelumnya sempat menguat 13% pada perdagangan perdana.

Saham Micron Technology juga menyusut sebesar 4%, Sandisk melorot hingga 12%, dan Seagate Technology terpangkas 5%.

Sedangkan saham Advanced Micro Devices (AMD) ikut melemah sebesar 4% disusul oleh penurunan saham Intel sebesar 6%.

Di wilayah lain, bursa saham di kawasan Asia bergerak secara fluktuatif pada perdagangan Senin (13/7) menyusul ketegangan yang kian meruncing di Teluk.

Pihak Iran mengklaim telah memblokade Selat Hormuz yang merupakan jalur distribusi minyak krusial dunia, memicu kenaikan harga minyak dan meningkatkan kekhawatiran inflasi secara global.

Para pemodal kini juga mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed yang diproyeksi meningkat, menjelang testimoni perdana Ketua Fed Kevin Warsh di hadapan Kongres pada hari Selasa waktu setempat.

Fokus pasar juga tertuju pada rilis data inflasi AS untuk bulan Juni yang dijadwalkan keluar pada hari Selasa, dengan estimasi sedikit melandai dari posisi sebelumnya sebesar 4,2% karena sempat terjadi penurunan harga bahan bakar.

Dari bursa regional, indeks Nikkei 225 di Jepang melemah sebesar 1,9% dan Topix berkurang sebesar 0,7%.

Bursa Korea Selatan mencatatkan penurunan tajam di mana indeks Kospi anjlok hingga 9% dan Kosdaq merosot sebesar 4,5%.

Sebaliknya, indeks Hang Seng di Hong Kong berhasil menguat tipis sebesar 0,16%, ASX 200 di Australia bertambah 0,03%, serta Taiex di Taiwan naik sebanyak 0,06%.

Di pasar domestik, IHSG pada perdagangan kemarin (13/7) ditutup menguat sebesar 1,92%, kendati masih diwarnai aksi jual bersih oleh investor asing senilai Rp413 Miliar.

Barisan saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing meliputi BBCA, MAPI, ASII, TINS, dan DEWA.

“IHSG berpotensi naik kembali jika menembus 6050 dengan target di 6150 shortterm. Katalisnya adalah S&P tetapkan stable outlook untuk Indonesia. Diperkirakan Support IHSG: 5970-6000 dan Resist IHSG: 6100-6150,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Selasa (14/7).

Laporan riset tersebut turut merekomendasikan beberapa saham pilihan untuk aktivitas perdagangan hari ini, di antaranya BRPT, TPIA, BUMI, MINA, AMMN, dan CDIA.

Detail rekomendasi transaksinya adalah sebagai berikut:

BRPT Spec Buy dengan area beli di 1735-1750, cutloss di bawah 1720. Target dekat di 1780-1800.

TPIA Spec Buy dengan area beli di 1870-1890, cutloss di bawah 1870. Target dekat di 1920-1975.

BUMI Spec Buy dengan area beli di 145-147, cutloss di bawah 140. Target dekat di 150-152.

MINA Spec Buy dengan area beli di 272-276, cutloss di bawah 270. Target dekat di 282-292.

AMMN Spec Buy dengan area beli di 3700-3780, cutloss di bawah 3680. Target dekat di 3850-3900.

CDIA Spec Buy dengan area beli di 625-635, cutloss di bawah 620. Target dekat di 645-660.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index