Prediksi IHSG Hari Ini Berpeluang Menguat Uji Batas Atas 6050

Prediksi IHSG Hari Ini Berpeluang Menguat Uji Batas Atas 6050
Ilustrasi ihsg (sumber foto: NET)

JAKARTA – Berdasarkan riset harian BNI Sekuritas, pasar saham AS Wall Street berakhir di zona hijau pada perdagangan Kamis (9/7) berkat dorongan kenaikan saham sektor semikonduktor serta melandainya harga minyak mentah meskipun ketegangan AS-Iran kembali eskalasi. Lonjakan tertinggi dicatatkan oleh indeks Nasdaq Composite sebesar 1,30%, disusul S&P 500 yang naik 0,81%, dan Dow Jones Industrial Average yang terangkat 0,27%.

Sektor semikonduktor menjadi motor utama penguatan pasar global. Terbukti, ETF VanEck Semiconductor (SMH) melesat 2,5%, yang dipicu oleh penguatan saham Micron Technology sebesar 4,5%.

Lompatan performa juga dibukukan oleh saham Sandisk yang meroket hingga 7,6%. Sentimen positif ini turut menjalar ke pasar ekuitas Eropa, tecermin dari indeks pan-Eropa Stoxx 600 yang ditutup menguat 0,8% di kala pelaku pasar terus memantau situasi di Timur Tengah.

Terkait kondisi geopolitik, Komando Pusat AS mengumumkan bahwa pihak mereka kembali meluncurkan gempuran terhadap Iran selama dua hari berturut-turut. Langkah tersebut diambil sesudah Teheran mengganggu jalur pelayaran penting dengan menyerang kapal-kapal dagang di kawasan Selat Hormuz.

Kendati demikian, laju harga minyak mentah justru terkoreksi pasca pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut Iran telah mengontak Washington demi mengupayakan kesepakatan damai. Negara Qatar dan Pakistan pun turut andil menjadi mediator demi membawa kedua pihak kembali berdialog.

Sikap terbaru Trump ini berbanding terbalik dari klaim sebelumnya yang menyatakan tidak berminat lagi berunding dengan pihak Iran. Di samping itu, Trump sebelumnya sempat berujar bahwa kesepakatan gencatan senjata dengan Iran telah berakhir akibat rentetan serangan baru di Timur Tengah.

Pada wilayah terpisah, bursa saham regional Asia bergerak ke zona hijau pada perdagangan Kamis (9/7) akibat aksi beli balik pada saham-saham semikonduktor. Walau demikian, laju penguatan bursa Asia tertahan akibat efek kenaikan harga minyak yang memicu kecemasan inflasi serta menekan pasar obligasi internasional.

Pergerakan bursa di Asia bervariasi dengan kecenderungan menguat pada penutupan perdagangan. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,4% dan TOPIX terapresiasi 0,4%.

Untuk zona Korea Selatan, indeks Kospi menanjak 0,62% serta Kosdaq melesat 1,15%. Namun, pelemahan dialami indeks Hang Seng Hong Kong sebesar 0,70%, S&P/ASX 200 Australia minus 0,26%, dan Taiex Taiwan terpangkas 0,83%.

Di pasar domestik, IHSG pada perdagangan kemarin (9/7) ditutup menguat 0.67%, meskipun investor asing mencatatkan aksi jual bersih senilai Rp674 Miliar. Beberapa saham yang paling banyak dilepas oleh asing meliputi MAPI, BBRI, BRMS, AMMN, dan CPIN.

“Hari ini, IHSG potensi naik untuk tes resistance di 5950-6050. Hati-hati sepanjang belum break di atas 6050, IHSG masih rentan kembali koreksi. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah Rupiah yang telah menembus Rp 18.100. Diperkirakan Support IHSG: 5800-5870 dan Resist IHSG: 5970-6050,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Jumat (10/7) sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Berikutnya, riset tersebut mengemukakan sejumlah saham potensial yang masuk dalam Trading Idea hari ini, yakni BRMS, AMMN, BRPT, BNBR, CPIN, dan HRTA. Petunjuk lengkap rekomendasinya adalah sebagai berikut:

BRMS Buy if Break 496, dengan target dekat di 500-520. Cutloss di bawah 490. AMMN Spec Buy dengan area beli di 3430-3450, cutloss di bawah 3400. Target dekat di 3490-3530.

BRPT Spec Buy dengan area beli di 1580-1600, cutloss di bawah 1560. Target dekat di 1650-1700. BNBR Spec Buy dengan area beli di 86-89, cutloss di bawah 85. Target dekat di 91-93.

CPIN Spec Buy dengan area beli di 3040-3070, cutloss di bawah 3030. Target dekat di 3090-3110. HRTA Spec Buy dengan area beli di 1745, cutloss di bawah 1740. Target dekat di 1755-1770.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index