JAKARTA – Laju Indeks harga saham gabungan atau IHSG diperkirakan berjalan secara terbatas di tengah situasi pasar saham hari Jumat yang penuh ketidakpastian. Kondisi bursa saham di dalam negeri hingga kini masih berada di bawah bayang-bayang situasi global yang tidak menentu.
IHSG pada perdagangan hari kemarin sebenarnya ditutup di zona hijau dengan menguat 0,67% ke posisi 5.912,4. Kenaikan nilai indeks tersebut ditopang oleh technical rebound pada kelompok saham komoditas dan perbankan.
Kondisi eksternal membuat pasar waspada setelah IMF merevisi ke bawah target pertumbuhan ekonomi global periode 2026 menjadi 3%. Sektor pasar kian tertekan akibat melambungnya harga minyak mentah dunia yang dipicu konflik Amerika Serikat dengan Iran.
Kinerja cadangan devisa nasional dinilai masih memperlihatkan posisi yang sangat kuat. Sayangnya, kabar baik tersebut belum mampu menutupi dampak buruk dari melemahnya angka penjualan ritel di dalam negeri.
Investor saat ini diproyeksikan mencermati perkembangan konflik Timur Tengah sekaligus pergerakan kurs Rupiah. Fokus pasar tertuju pula pada FOMC Minutes yang mengindikasikan suku bunga acuan AS berpotensi bertahan di level tinggi untuk jangka waktu lebih lama.
Efek negatif dari bertahannya suku bunga tinggi itu dikhawatirkan mengganggu stabilitas arus modal asing yang masuk ke emerging markets, termasuk Indonesia.
“Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak mixed cenderung terbatas dengan support 5.805 dan resistance psikologis 6.000,” sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Apabila pergerakan indeks sanggup menembus angka psikologis 6.000, maka momentum penguatan ke depan akan terkonfirmasi secara jelas.
Bursa saham Amerika Serikat, Wall Street, mencatatkan rapor hijau pada penutupan perdagangan yang lalu. Dow Jones Industrial Average merangkak naik 0,27% menuju 52.487,4, S&P 500 menguat 0,81% ke posisi 7.543,6, serta Nasdaq Composite bertambah 1,3% di level 26.206,8.
Untuk agenda perdagangan hari ini, pelaku pasar disarankan untuk memperhatikan beberapa saham pilihan seperti BUVA, ANTM, dan BUMI.