Nilai Tukar Rupiah Terpuruk Dekati Rp18.000 per Dolar pada Juli 2026

Nilai Tukar Rupiah Terpuruk Dekati Rp18.000 per Dolar pada Juli 2026
Ilustrasi nilai tukar rupiah (sumber foto: NET)

JAKARTA - Rupiah kembali mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat pada pembukaan perdagangan Rabu (1/7). Mata uang Garuda tersebut dibuka merosot 0,42 persen menuju ke level Rp17.950 per dolar AS, yang menjadikannya semakin mendekati level psikologis Rp18.000.

Pelemahan ini terjadi setelah pada Selasa (30/6) nilai tukar rupiah juga sudah ditutup menyusut 0,22 persen ke posisi Rp17.875 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah ini terjadi sejalan dengan pergerakan menguat pada indeks dolar AS serta adanya ekspektasi pasar mengenai arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve.

Indeks dolar AS atau DXY, yang menjadi tolok ukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama di dunia, terpantau bergerak menguat. Pada pukul 09.00 WIB, indeks dolar AS tercatat naik sebesar 0,11 persen menuju ke level 101,293.

Mata uang dolar AS cenderung bertahan kuat seiring dengan meningkatnya ekspektasi pasar terhadap peluang kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Ekspektasi tersebut didukung oleh data lowongan kerja di Amerika Serikat yang masih solid dan memperlihatkan ketahanan ekonomi negara tersebut.

Selain rupiah, sejumlah mata uang utama dunia lainnya juga ikut bergerak melemah terhadap dolar AS. Yen Jepang tercatat menyentuh titik terendah pada posisi:

162,77 per dolar AS pada sesi perdagangan awal Asia

Mata uang utama lainnya yang juga mengalami penurunan di antaranya:

Dolar Australia melemah 0,18 persen

Dolar Selandia Baru turun 0,04 persen

Euro melemah 0,07 persen

Poundsterling Inggris turun 0,09 persen

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index