JAKARTA – Penyaluran kredit properti hingga Mei 2026 mencapai Rp1.690,8 triliun atau tumbuh 17,2 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Pertumbuhan tersebut relatif stabil dibandingkan dengan April 2026 yang tercatat sebesar 17,5 persen (yoy).
Berdasarkan data perkembangan uang beredar, peningkatan kredit properti ini ditopang oleh Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Pemilikan Apartemen (KPA), dan kredit konstruksi.
Secara rinci, kredit properti untuk sektor KPR dan KPA mengalami pertumbuhan sebesar 4,7 persen (yoy) menjadi Rp847,9 triliun, sedikit menurun jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mampu tumbuh 4,8 persen (yoy).
Kemudian, kredit properti pada segmen konstruksi mencatatkan pertumbuhan sebesar 44,6 persen (yoy) pada Mei 2026 dengan nilai Rp570,5 triliun. Angka pertumbuhan ini lebih rendah daripada April 2026 yang sempat tumbuh 46,0 persen (yoy).
Sementara itu, kredit untuk sektor real estate tumbuh sebesar 14,5 persen (yoy) menjadi Rp272,5 triliun. Catatan ini mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 13,9 persen (yoy).
Secara keseluruhan, pertumbuhan kredit yang disalurkan oleh industri perbankan pada Mei 2026 mengalami peningkatan. Total penyaluran kredit pada Mei 2026 tercatat mencapai Rp8.759,0 triliun atau tumbuh sebesar 10,8 persen (yoy). Angka ini lebih tinggi daripada pertumbuhan April 2026 yang berada di angka 9,4 persen (yoy).
Akselerasi penyaluran kredit tersebut terutama didorong oleh penyaluran kredit kepada debitur korporasi yang tumbuh sebesar 17,2 persen (yoy), meningkat dari pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 14,5 persen (yoy).
Sementara itu, penyaluran kredit kepada debitur perorangan tumbuh secara relatif stabil di angka 3,4 persen (yoy), sedangkan untuk kategori debitur lainnya mengalami kontraksi sebesar 10,3 persen (yoy).
Berdasarkan jenis penggunaannya, Kredit Modal Kerja (KMK) pada Mei 2026 tumbuh sebesar 7,9 persen (yoy), lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya yang sebesar 5,8 persen (yoy).
Pertumbuhan KMK pada Mei 2026 ini terutama dipengaruhi oleh penyaluran kredit pada sektor pertambangan dan penggalian, serta sektor industri pengolahan dan sejenisnya.
Di sisi lain, pertumbuhan Kredit Investasi (KI) pada Mei 2026 meningkat menjadi sebesar 20,5 persen (yoy), dari bulan sebelumnya yang hanya tumbuh 18,4 persen (yoy).
Perkembangan sektor KI tersebut terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan pada sektor keuangan, real estat, dan jasa perusahaan serta sektor pengangkutan dan komunikasi.
Selanjutnya, Kredit Konsumsi (KK) pada Mei 2026 tumbuh sebesar 5,8 persen (yoy), melanjutkan tren pertumbuhan pada April 2026 yang sebesar 6,0 persen (yoy).
Perkembangan KK tersebut dipengaruhi oleh kinerja beberapa sektor penyokongnya, yaitu:
kredit kepemilikan rumah tumbuh sebesar 4,6 persen (yoy)
kredit kendaraan bermotor tumbuh sebesar 9,4 persen (yoy)
kredit multiguna tumbuh sebesar 8,2 persen (yoy)