Realisasi KUR Perumahan 2026 Rp19,2 Triliun, Target Naik Rp50 Triliun

Realisasi KUR Perumahan 2026 Rp19,2 Triliun, Target Naik Rp50 Triliun
Ilustrasi Perumahan (sumber foto: NET)

JAKARTA - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengumumkan bahwa realisasi penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) atau KUR Perumahan per 20 Juni 2026 telah menyentuh angka Rp19,24 triliun. Jumlah tersebut setara dengan 54% dari target awal yang ditetapkan sebesar Rp36 triliun.

Menteri PKP menyampaikan bahwa pihak pemerintah tengah merancang langkah ekspansi melalui peningkatan alokasi KUR Perumahan hingga Rp50 triliun. “Dengan capaian sekitar 54% atau Rp19,2 triliun, plafon KPP tahun 2026 ditingkatkan dari Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun agar manfaatnya lebih luas,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).

Program strategis yang berjalan sejak Oktober 2025 ini diimplementasikan guna memperkuat ekosistem perumahan di tanah air. Pada aspek supply, pendanaan diarahkan untuk menyokong likuiditas para pengembang serta produsen material bangunan. Sementara pada aspek demand, sasarannya adalah mendampingi UMKM dalam membeli, membangun, ataupun merenovasi tempat tinggal.

Hingga pertengahan tahun ini, total penerima manfaat telah mencapai 91.045 debitur, yang terbagi atas 2.271 debitur di ranah supply dan 88.774 debitur di ranah demand.

Bank Penyalur Terbesar:

BRI: Rp10,18 triliun

BTN: Rp3,65 triliun

BNI: Rp2,03 triliun

BSI: Rp1,06 triliun

Bank Mandiri: Rp1,02 triliun

Di samping jajaran Himbara, bank pembangunan daerah turut menyalurkan dana sebesar Rp936,17 miliar kepada 1.994 debitur, dengan Bank Jateng selaku pemasok dana terbesar. Sektor perbankan swasta pun ikut ambil bagian dengan membukukan penyaluran Rp370,7 miliar bagi 120 debitur, di mana Bank Nobu bertindak sebagai penyalur utamanya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index