JAKARTA - Meskipun investor asing masih membukukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp904,1 miIiar sepanjang perdagangan 15-19 Juni 2026, sejumlah saham tetap menjadi incaran dana asing dengan nilai pembelian bersih yang signifikan. Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menjadi saham dengan akumulasi beli bersih (net buy) asing terbesar sepanjang pekan lalu, yakni mencapai Rp3,47 triliun. Hal ini disebabkan transaksi jumbo asing senilai Rp 3,7 triliun di pasar negosiasi.
Di posisi kedua, investor asing membukukan net buy sebesar Rp915 miIiar pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Selanjutnya, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi incaran asing dengan pembelian bersih mencapai Rp327,2 miIiar. Saham lain yang juga masuk dalam radar akumulasi investor asing adalah PT Intiland Development Tbk (DILD) dengan net buy Rp127,2 miIiar dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebesar Rp94,2 miIiar.
Berikut daftar 10 saham dengan net buy asing terbesar sepanjang 15-19 Juni 2026:
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS): Rp3,47 triliun
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp915 miliar
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI): Rp327,2 miliar
PT Intiland Development Tbk (DILD): Rp127,2 miliar
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA): Rp94,2 miliar
PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM): Rp74,4 miliar
PT Timah Tbk (TINS): Rp70,3 micro
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI): Rp65,3 miliar
PT Mayora Indah Tbk (MYOR): Rp55,6 miliar
PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO): Rp50 miliar
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menorehkan kinerja positif sepanjang perdagangan 15-19 Juni 2026. IHSG menguat 2,82% secara mingguan ke level 6.177,14, dari posisi pekan sebelumnya di level 6.007,66. Kapitalisasi pasar bursa meningkat 2,51% menjadi Rp10.788 triliun dari Rp10.524 triliun pada pekan sebelumnya.
Di sisi lain, rata-rata nilai transaksi harian turun tipis 1,02% menjadi Rp24,81 triliun dan rata-rata frekuensi transaksi harian menyusut 10,33% menjadi 2,24 juta kali transaksi. Di kawasan Asia Tenggara, penguatan IHSG sebesar 2,82% menempatkan Indonesia sebagai bursa dengan kinerja terbaik ketiga setelah Filipina yang naik 3,81% dan Singapura yang menguat 3,32%.