IHSG Naik 2,82 Persen, BEI Percepat Reformasi Transparansi Pasar

IHSG Naik 2,82 Persen, BEI Percepat Reformasi Transparansi Pasar
Ilustrasi ihsg (sumber foto: NET)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan dengan naik 2,82 persen sepanjang pekan 15–19 Juni 2026 menjadi 6.177,139. Kenaikan tersebut terjadi di tengah aksi jual bersih investor asing yang telah mencapai Rp68,25 triliun secara year to date (YTD). Di saat yang sama, otoritas bursa terus mempercepat reformasi transparansi pasar modal melalui peningkatan keterbukaan kepemilikan saham, penguatan aturan free float, hingga pengungkapan konsentrasi kepemilikan saham atau High Shareholding Concentration (HSC).

Berikut adalah data kinerja bursa saham sepanjang sepekan terakhir:

Indikator IHSG dari 6.007,656 menjadi 6.177,139 (Berubah +2,82%)

Kapitalisasi Pasar dari Rp10.524 triliun menjadi Rp10.788 triliun (Berubah +2,51%)

Rata-rata Nilai Transaksi Harian dari Rp25,06 triliun menjadi Rp24,81 triliun (Berubah -1,02%)

Rata-rata Volume Harian dari 36,14 miliar saham menjadi 34,03 miliar saham (Berubah -5,83%)

Rata-rata Frekuensi Harian dari 2,51 juta transaksi menjadi 2,25 juta transaksi (Berubah -10,33%)

Net Sell Asing YTD dari Rp67,34 triliun menjadi Rp68,25 triliun (Naik)

Pada forum pasar modal yang digelar bersama regulator terkait pada 17 Juni, dipaparkan perkembangan reformasi pasar modal yang tengah dijalankan. Agenda reformasi tersebut mencakup peningkatan batas free float menjadi 15 persen, keterbukaan data pemegang saham di atas 1 persen, serta publikasi data HSC yang bertujuan meningkatkan kualitas transparansi dan perlindungan investor. Pihak otoritas menyampaikan berbagai inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pasar modal Indonesia melalui peningkatan transparansi, tata kelola, dan literasi investor.

Berikut adalah poin utama agenda reformasi pasar modal yang dijalankan:

Free Float 15% bertujuan meningkatkan likuiditas saham

Keterbukaan pemegang saham >1% bertujuan memperkuat transparansi

Data HSC bertujuan mengidentifikasi konsentrasi kepemilikan

Penguatan keterbukaan emiten bertujuan mendukung perlindungan investor

Buyback saham bertujuan mendukung nilai jangka panjang pemegang saham

Kondisi pasar modal Indonesia dinilai masih menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian global. Hal tersebut tercermin dari jumlah investor pasar modal yang telah melampaui 28,3 juta SID, rata-rata nilai transaksi harian sekitar Rp24,7 triliun, serta sekitar 80 persen perusahaan tercatat yang membukukan laba positif pada kuartal I 2026. Selain reformasi transparansi, diperluas pula edukasi investor melalui peresmian enam Galeri Investasi baru di Kepulauan Bangka Belitung serta mendorong implementasi prinsip ESG, termasuk penguatan kepemimpinan perempuan di perusahaan tercatat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index