Prediksi Harga Emas Antam pada 20 Juni 2026 Masih Rentan Terkoreksi

Prediksi Harga Emas Antam pada 20 Juni 2026 Masih Rentan Terkoreksi
Ilustrasi emas (sumber foto: NET)

JAKARTA - Nilai jual emas produksi Antam pada perdagangan Rabu 18 Juni 2026 yang lalu mengalami penurunan tajam sebesar Rp30.075 menuju angka Rp2.709.758 untuk setiap gramnya, di mana para pengamat pasar memberikan peringatan bahwa tren penurunan ini masih berpotensi berlanjut. Para pemodal diharapkan dapat mengamati pergerakan pasar secara teliti sebelum menetapkan langkah untuk melakukan transaksi pembelian maupun penjualan mendekati masa libur akhir pekan.

Berdasarkan data yang dirilis secara resmi oleh pihak logistik mulia pada pukul 09.00 WIB, nilai pembelian kembali atau buyback turut mengalami kemerosotan sebesar Rp39.000 menjadi Rp2.475.000 per gram, memperlihatkan penyusutan hingga 1,55 persen dalam kurun waktu satu hari. Apabila dihitung sepanjang satu bulan ke belakang, grafik harga jual komoditas lambang Antam ini terpantau sudah berkurang sebanyak 3,08 persen atau setara dengan pemotongan nilai Rp86.215 per gram.

Kondisi tertekan ini dipicu oleh dinamika yang terjadi pada pasar internasional. Nilai emas spot berada pada posisi US$4.224,24 per troy ounce pada pukul 00.39 WIB, setelah merosot drastis sebesar US$153,2 dalam satu sesi perdagangan saja. Ketika diselaraskan dengan nilai tukar mata uang domestik yang bertengger di posisi Rp17.797,18 per dolar AS, maka standar harga global tersebut setara dengan Rp2.410.117 per gram, atau berada di kisaran Rp300.000 di bawah nilai pasar Antam saat ini.

Terdapat satu poin krusial yang mesti dipahami, yakni pihak produsen Antam tidak membuka aktivitas operasional pada hari Sabtu dan Minggu. Oleh sebab itu, nilai jual serta transaksi buyback resmi untuk hari Sabtu 20 Juni 2026 diprediksi kuat akan sama persis dengan angka yang berlaku pada Jumat 19 Juni. Data perkiraan yang tertera pada bagian bawah dinilai lebih ideal untuk dijadikan acuan aktivitas perdagangan pada hari Senin, di saat pasar finansial dan gerai distribusi resmi kembali beroperasi.

Para pengamat meyakini bahwa emas Antam masih memiliki risiko besar untuk mengalami penurunan lanjutan. Terdapat dua peta rute utama yang wajib dicermati oleh para pelaku pasar. Skenario penurunan nilai perdagangan berlaku apabila harga emas di pasar internasional melemah menuju US$4.264 per troy ounce, sehingga harga domestik Antam berpotensi terseret ke area batas bawah pertama pada Rp2.708.000 per gram. Jika angka batas tersebut berhasil ditembus, maka area pengaman selanjutnya diproyeksikan berada di level Rp2.630.000 per gram.

Skenario pembalikan arah atau rebound dapat terjadi jika sentimen pelaku pasar global berbalik ke arah positif dan mengerek emas spot naik menuju US$4.384 per ounce, sehingga Antam memiliki peluang merangkak naik ke posisi Rp2.768.000 per gram. Momentum penguatan yang lebih agresif hingga menyentuh US$4.560 per ounce diyakini dapat membuka jalan kenaikan menuju Rp2.830.000 per gram. Terkait peta jalan sepanjang tahun 2026, para pengamat menetapkan estimasi moderat di kisaran Rp2,4 juta sampai dengan Rp3,0 juta per gram, sebuah rentang harga yang dinilai sangat ideal bagi para pemodal yang menerapkan metode investasi berkala atau DCA.

Faktor utama yang paling memengaruhi kondisi ini adalah dinamika pergerakan emas internasional. Penurunan sedalam US$153,2 dalam satu sesi merupakan sebuah indikasi kuat adanya tekanan aksi jual yang masif, di mana dampaknya secara instan langsung mengintervensi nilai jual Antam domestik. Selain itu, posisi nilai tukar rupiah memegang peranan yang tidak kalah penting. Saat ini rupiah berada di level Rp17.797 per dolar AS dan sekiranya melemah lebih dalam lagi, maka harga Antam dalam satuan mata uang lokal dapat bertahan kuat meskipun kondisi komoditas global sedang turun. Sebaliknya, apabila rupiah menguat, hal tersebut justru mempertinggi risiko kejatuhan harga di pasar lokal.

Melihat dari kacamata prospek jangka panjang, dua institusi perbankan global ternama terpantau tetap menunjukkan sikap yang optimistis. Lembaga JPMorgan memberikan estimasi target untuk emas internasional di level US$6.000 per ounce pada penghujung tahun 2026, sedangkan pihak Goldman Sachs mengeluarkan proyeksi di angka US$5.400 per ounce pada bulan Desember 2026. Pandangan pasar yang bergairah dalam jangka panjang inilah yang menjaga daya tarik serta minat beli dari para investor, meskipun kondisi harga dalam jangka pendek sedang mengalami fase koreksi.

Berikut adalah proyeksi nilai jual komoditas Antam untuk hari Senin 22 Juni 2026:

Gramasi 0,5 gram

Skenario Turun: Rp1.315.000

Skenario Stabil: Rp1.405.004

Skenario Naik: Rp1.384.000

Gramasi 1 gram

Skenario Turun: Rp2.630.000

Skenario Stabil: Rp2.709.758

Skenario Naik: Rp2.768.000

Gramasi 2 gram

Skenario Turun: Rp5.260.000

Skenario Stabil: Rp5.359.365

Skenario Naik: Rp5.536.000

Gramasi 5 gram

Skenario Turun: Rp13.150.000

Skenario Stabil: Rp13.323.225

Skenario Naik: Rp13.840.000

Gramasi 10 gram

Skenario Turun: Rp26.300.000

Skenario Stabil: Rp26.591.313

Skenario Naik: Rp27.680.000

Sebagai informasi tambahan, ketentuan harga pada hari Sabtu dan Minggu akan merujuk sepenuhnya pada nominal hari Jumat lantaran operasional Antam yang libur. Susunan tabel di atas merupakan sebuah bentuk estimasi untuk menghadapi hari perdagangan berikutnya. Jarak selisih atau spread antara nilai jual dan harga buyback saat ini berada di kisaran angka 5,65 persen, sebuah persentase penting yang wajib dikalkulasikan secara matang sebelum membuka posisi transaksi jangka pendek. Bagi para pelaku pasar yang berniat melakukan pembelian, rentang batas bawah pada posisi Rp2.708.000 hingga Rp2.630.000 per gram dapat dimanfaatkan sebagai area terbaik untuk melakukan pengumpulan aset secara bertahap lewat strategi DCA. Nilai resmi terbaru dari gerai Antam untuk esok hari, tepatnya Sabtu 20 Juni 2026, bakal dirilis kembali pada kisaran pukul 08.00 WIB selaras dengan waktu operasional gerai resmi yang berlaku.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index