IHSG Naik 3,76 Persen Sepekan, Intip Prediksi Pasar untuk Pekan Depan

IHSG Naik 3,76 Persen Sepekan, Intip Prediksi Pasar untuk Pekan Depan
Ilustrasi ihsg (sumber foto: NET)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sepekan ini dengan penguatan terbatas. Berdasarkan data pasar, IHSG ditutup menguat tipis 0,08 persen ke level 6.177,14 pada Jumat (19/6/2026). Artinya, dalam sepekan, IHSG berhasil menguat 3,76 persen.

Pergerakan IHSG jelang akhir pekan sesuai dengan ekspektasi yang cenderung konsolidatif. Pergerakan ini dipengaruhi oleh respons pasar terhadap laporan global terbaru.

“IHSG bergerak konsolidasi dan respon investor terhadap laporan MSCI 2026 Global Market Accessibility Review cukup positif,” ujarnya pada Jumat (19/6/2026).

Dalam laporan tersebut, MSCI masih menyoroti sejumlah catatan untuk Indonesia. Catatan itu seperti transparansi kepemilikan saham, indikasi perdagangan terkoordinasi yang berpotensi mengganggu pembentukan harga yang wajar, serta keterbatasan informasi berbahasa Inggris bagi investor asing. Pelaku pasar kini menantikan pengumuman MSCI Annual Market Classification Review yang dijadwalkan pada 24 Juni 2026.

Dari sisi eksternal, tekanan juga datang dari nilai tukar rupiah yang melemah ke level Rp17.804 per dolar AS. Pelemahan ini seiring dengan penguatan dolar AS akibat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed tahun ini. Di sisi lain, penguatan IHSG juga ditopang oleh kinerja sejumlah sektor.

“Sektor infrastruktur menjadi yang paling menguat, sementara sektor properti dan real estate mengalami tekanan,” jelasnya.

Nilai transaksi harian di pasar modal dalam negeri tercatat mencapai Rp 24,65 triliun. Dari sisi pergerakan saham, terdapat sejumlah saham yang menopang penguatan indeks, yaitu:

BBCA +3,70% MDKA +2,45% WIFI +2,40% AKRA +1,66% UNVR

Sementara saham yang membebani indeks di antaranya:

TLKM TOWR ADMR AMMN BRPT

Untuk perdagangan awal pekan depan, IHSG diperkirakan masih akan bergerak dalam fase konsolidasi.

“Secara teknikal, IHSG berpotensi bergerak sideways pada kisaran 6.100 hingga 6.250,” ujarnya.

Pelaku pasar akan mencermati sejumlah sentimen ke depan. Fokus utama tertuju pada hasil MSCI Annual Market Classification Review serta arah kebijakan suku bunga global yang dapat memengaruhi pergerakan nilai tukar dan aliran dana asing.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index