JAKARTA - Harga emas Antam pada Rabu 18 Juni 2026 lalu anjlok Rp30.075 ke level Rp2.709.758 per gram dan analis memperingatkan koreksi belum tentu selesai di situ. Investor perlu cermat membaca arah sebelum mengambil keputusan beli atau jual menjelang akhir pekan.
Data resmi Antam Logam Mulia pukul 09.00 WIB menunjukkan harga buyback ikut tergerus Rp39.000 menjadi Rp2.475.000 per gram, penurunan 1,55 persen dalam sehari. Dalam sebulan terakhir, harga jual Antam sudah menyusut 3,08 persen atau setara Rp86.215 per gram.
Tekanan datang dari pasar global. Emas spot tercatat di US$4.224,24 per troy ounce pada pukul 00.39 WIB, turun tajam US$153,2 dalam satu sesi. Dengan kurs rupiah di Rp17.797,18 per dolar AS, harga referensi global setara Rp2.410.117 per gram sekitar Rp300.000 di bawah harga jual Antam saat ini.
Satu hal penting: Antam tidak beroperasi pada Sabtu dan Minggu. Harga jual dan buyback resmi Sabtu 20 Juni 2026 kemungkinan besar identik dengan harga Jumat 19 Juni. Tabel proyeksi di bawah ini lebih tepat dipakai sebagai acuan trading Senin, ketika bursa dan gerai Antam kembali buka.
Analis menyebut Antam masih rentan terkoreksi. Ada dua skenario utama yang perlu diantisipasi investor. Skenario koreksi. Bila emas global melemah ke US$4.264 per troy ounce, harga Antam bisa tertekan ke support pertama di Rp2.708.000 per gram. Kalau level itu ditembus, support berikutnya ada di Rp2.630.000 per gram.
Skenario rebound. Bila sentimen global berbalik positif dan emas spot menguat ke US$4.384 per ounce, Antam berpotensi naik ke Rp2.768.000 per gram. Penguatan lebih jauh ke US$4.560 per ounce membuka peluang ke Rp2.830.000 per gram. Untuk outlook 2026 secara keseluruhan, analis mematok kisaran moderat Rp2,4 juta hingga Rp3,0 juta per gram, rentang yang dinilai cocok bagi investor yang menerapkan strategi DCA atau beli berkala.
Paling dominan tetap pergerakan emas global. Koreksi US$153,2 dalam satu sesi adalah sinyal tekanan jual yang serius, dan efeknya langsung terasa di harga Antam. Kurs rupiah juga krusial. Rupiah saat ini di Rp17.797 per dolar AS dan kalau melemah lebih jauh, harga Antam dalam rupiah bisa tertahan meski emas global turun. Sebaliknya, penguatan rupiah memperbesar risiko penurunan harga lokal.
Dari sisi sentimen jangka panjang, dua raksasa keuangan dunia masih optimistis. JPMorgan menarget emas global di US$6.000 per ounce pada akhir 2026, sementara Goldman Sachs memproyeksikan US$5.400 per ounce pada Desember 2026. Outlook bullish ini yang menahan minat beli investor meski harga jangka pendek sedang terkoreksi.
Proyeksi Harga Jual Antam Senin 22 Juni 2026
Gramasi 0,5 gram
Skenario Turun: Rp1.315.000
Skenario Stabil: Rp1.405.004
Skenario Naik: Rp1.384.000
Gramasi 1 gram
Skenario Turun: Rp2.630.000
Skenario Stabil: Rp2.709.758
Skenario Naik: Rp2.768.000
Gramasi 2 gram
Skenario Turun: Rp5.260.000
Skenario Stabil: Rp5.359.365
Skenario Naik: Rp5.536.000
Gramasi 5 gram
Skenario Turun: Rp13.150.000
Skenario Stabil: Rp13.323.225
Skenario Naik: Rp13.840.000
Gramasi 10 gram
Skenario Turun: Rp26.300.000
Skenario Stabil: Rp26.591.313
Skenario Naik: Rp27.680.000
Catatan: Harga Sabtu-Minggu mengikuti harga Jumat karena Antam tutup. Tabel di atas adalah proyeksi untuk hari perdagangan berikutnya. Spread antara harga jual dan buyback Antam saat ini sekitar 5,65 persen — angka yang perlu diperhitungkan sebelum masuk posisi jangka pendek. Bagi yang ingin beli, level support Rp2.708.000 hingga Rp2.630.000 per gram bisa jadi zona akumulasi dengan strategi DCA. Harga resmi Antam besok, Sabtu 20 Juni 2026, akan diperbarui sekitar pukul 08.00 WIB sesuai jadwal operasional gerai.