Rupiah Diprediksi Menguat setelah Kesepakatan Awal Amerika dan Iran

Rupiah Diprediksi Menguat setelah Kesepakatan Awal Amerika dan Iran
Ilustrasi tukar rupiah, Sumber: (NET).

JAKARTA — Rupiah diproyeksi menguat pada perdagangan hari ini seiring dengan melemahnya indeks dolar Amerika Serikat (AS) setelah tercapainya kesepakatan awal antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik serta membuka kembali Selat Hormuz.

Pada perdagangan sebelumnya, rupiah ditutup melemah 19 poin ke level Rp17.725 per dolar AS dari posisi Rp17.708 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah sebelumnya masih dibayangi ancaman tarif impor tambahan dari AS terhadap sejumlah produk Indonesia. Pemerintah memperkirakan tarif untuk produk nasional dapat meningkat hingga 18% setelah investigasi terkait kapasitas berlebih selesai dilakukan.

Kebijakan tersebut berpotensi menekan daya saing ekspor manufaktur Indonesia ke pasar AS, yang selama ini menjadi salah satu tujuan utama ekspor nonmigas nasional. ”Tidak hanya mengurangi daya saing produk di pasar AS, kebijakan tersebut juga berisiko memengaruhi utilisasi pabrik, investasi, hingga penyerapan tenaga kerja di sektor tersebut,”

Di sisi lain, sentimen eksternal mulai bergerak positif setelah AS dan Iran mengumumkan kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik serta membuka kembali Selat Hormuz. Kesepakatan tersebut memicu penurunan harga minyak dunia dan mendorong pelaku pasar kembali masuk ke aset berisiko. Pelemahan indeks dolar AS dipicu oleh meredanya kekhawatiran inflasi global setelah risiko gangguan pasokan energi berkurang.

"Washington dan Teheran mengumumkan kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik mereka dan membuka kembali Selat Hormuz. Kerangka kerja perdamaian tersebut memicu penurunan tajam harga minyak dan meningkatkan sentimen risiko di pasar global," Perhatian pasar kini tertuju pada keputusan sejumlah bank sentral utama dunia, terutama Federal Reserve dan Bank of England.

Investor juga menunggu petunjuk arah kebijakan suku bunga AS dari pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh. Meski indeks dolar melemah, pasar masih berhati-hati karena ekspektasi penurunan suku bunga AS tahun ini mulai berkurang akibat tekanan inflasi yang belum sepenuhnya mereda. Untuk perdagangan hari ini, rupiah bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat.

"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp17.690 hingga Rp17.728 per dolar AS,"

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index