Harga Emas Antam Turun Rp24 Ribu dan Nilai Buyback Anjlok Rp92 Ribu

Harga Emas Antam Turun Rp24 Ribu dan Nilai Buyback Anjlok Rp92 Ribu
Ilustrasi Emas (sumber foto: NET)

JAKARTA - Pergerakan harga komoditas emas batangan bersertifikat di Logam Mulia tercatat mengalami penurunan nilai jual sebesar Rp24.000 per gram, sehingga kini berada di angka Rp2.689.000 per gram dari posisi sebelumnya yang mencapai Rp2.713.000 per gram.

Di waktu yang bersamaan, grafik untuk harga pembelian kembali atau buyback oleh Logam Mulia juga terpantau merosot tajam senilai Rp92.000 per gram, membuat nominalnya berubah dari Rp2.487.000 per gram menjadi Rp2.395.000 per gram.

Perubahan pada kedua instrumen harga tersebut mengakibatkan selisih atau spread antara nilai penjualan dan nilai buyback pada hari ini berada di posisi angka Rp294.000 per gram.

Secara umum, terdapat dua jenis ketentuan nominal yang berlaku untuk produk emas batangan yang dipasarkan, yakni harga pembelian emas serta harga buyback.

"Harga emas yang tercantum di atas adalah harga yang berlaku ketika kami membeli emas dari gerai Logam Mulia. Adapun harga buyback adalah harga yang berlaku ketika kami menjual emas kepada gerai Logam Mulia."

Oleh karena itu, jika pada pagi hari ini memutuskan untuk melakukan transaksi pembelian emas dari Antam, maka modal yang wajib dikeluarkan adalah sebesar Rp2.689.000 per gram.

Namun, apabila terdapat sebuah kondisi mendesak yang mengharuskan Anda memperoleh dana tunai secara cepat lalu menjual kembali aset tersebut pada siang atau sore hari, emas Anda hanya akan dihargai senilai Rp2.395.000 per gram oleh Logam Mulia.

Setiap calon investor sangat disarankan untuk mengamati secara teliti pergerakan dari kedua jenis harga ini jika ingin fokus menempatkan dana pada instrumen investasi emas batangan.

Apabila kurang cermat dalam memperhatikan jarak dari kedua nominal tersebut, seorang pelaku investasi berpotensi keliru dalam menghitung estimasi keuntungan serta kerugian yang akan dihadapi.

Melihat kondisi rentang selisih antara harga jual dan harga beli yang terpaut cukup jauh, komoditas emas batangan ini dinilai jauh lebih cocok dijadikan sebagai instrumen investasi jangka panjang.

Melalui strategi investasi jangka panjang, nilai dari emas diharapkan dapat merangkak naik lebih tinggi untuk melewati jarak selisih harga jual dan buyback, sekaligus memberikan imbal hasil yang menguntungkan.

Sebagai ilustrasi, di bawah ini merupakan rincian perhitungan potensi keuntungan atau kerugian jika para pelaku investasi membeli emas batangan pada beberapa periode sebelumnya:

Membeli emas pada 04 Juni 2026 (Rp2.759.000 per gram) = -13,19% (rugi)

Membeli emas pada 11 Mei 2026 (Rp2.819.000 per gram) = -15,04% (rugi)

Membeli emas pada 11 Maret 2026 (Rp3.087.000 per gram) = -22,42% (rugi)

Membeli emas pada 11 Desember 2025 (Rp2.431.000 per gram) = -1,48% (rugi)

Membeli emas pada 11 September 2025 (Rp2.095.000 per gram) = 14,32% (untung)

Membeli emas pada 11 Juni 2025 (Rp1.910.000 per gram) = 25,39% (untung)

Membeli emas pada 11 Maret 2025 (Rp1.679.000 per gram) = 42,64% (untung)

Membeli emas pada 11 Desember 2024 (Rp1.534.000 per gram) = 56,13% (untung)

Membeli emas pada 11 September 2024 (Rp1.411.000 per gram) = 69,74% (untung)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index