JAKARTA - Pergerakan nilai jual emas batangan PT Aneka Tambang Tbk atau Antam terpantau mengalami lonjakan pada perdagangan Jumat pagi, 29 Mei 2026.
Komoditas logam mulia ini mengalami kenaikan sebesar Rp 20.000, sehingga kini dipasarkan di angka Rp 2.774.000 per gram dibandingkan hari Kamis kemarin yang berada di level Rp 2.754.000 per gram.
Perkembangan ini terjadi setelah pengumuman data inflasi komersial Amerika Serikat keluar sesuai dengan proyeksi pelaku pasar, walau di sisi lain masih membayangi keraguan atas kebijakan suku bunga global serta konflik geopolitik di Timur Tengah.
Untuk diketahui, rekor harga tertinggi komoditas ini sepanjang masa masih dipegang pada level Rp 3.168.000 per gram yang sempat tercapai pada Kamis, 29 Januari 2026 yang lalu.
Sementara itu, untuk nilai pembelian kembali atau buyback oleh pihak produsen juga ikut terkerek naik Rp 22.000, sehingga saat ini berada pada nominal Rp 2,579 juta dari yang sebelumnya Rp 2,557 juta.
Dinamika domestik tersebut berjalan beriringan dengan situasi pasar emas dunia yang mencoba menahan laju penurunan performa pada transaksi Kamis kemarin.
Emas di pasar spot internasional tercatat terkoreksi sebesar 0,6% ke level US$ 4.428,69 per ons setelah sempat merosot ke titik paling rendah sejak periode akhir Maret di awal sesi.
Sedangkan untuk kontrak berjangka komoditas emas berdenominasi mata uang dolar Amerika Serikat juga melemah sekitar 0,5% menuju angka US$ 4.426,20 per ons.
Merujuk pada publikasi statistik terbaru, indeks pengeluaran konsumsi pribadi inti di Amerika Serikat menunjukkan pertumbuhan sebesar 3,8% secara tahunan untuk periode April, sesuai dengan ekspektasi khalayak pasar.
Jika ditinjau dari basis bulanan, indeks pengeluaran tersebut merangkak naik 0,4% menyusul lonjakan signifikan sebesar 0,7% yang terjadi pada bulan Maret sebelumnya.
Tekanan berat terhadap pergerakan harga emas dunia ini juga dipicu oleh isi notulen pertemuan bank sentral Amerika Serikat yang diselenggarakan akhir April lalu.
Catatan internal tersebut mengindikasikan bahwa semakin banyak jajaran penentu kebijakan yang membuka peluang untuk mengerek kembali tingkat suku bunga acuan mereka.
Sinyal tersebut menjadi angin kurang segar bagi instrumen investasi logam mulia karena sifatnya yang tidak memberikan imbal hasil langsung bagi pemegangnya.
Saat tingkat suku bunga merangkak naik, para pelaku modal biasanya akan cenderung mengalihkan dana segar mereka ke instrumen lain yang memberikan keuntungan lebih pasti, seperti obligasi negara.
Dari sektor keamanan global, wilayah Timur Tengah memanas setelah pihak Iran membidik pangkalan militer udara milik Amerika Serikat sebagai balasan atas gempuran terhadap armada nirawak mereka di koridor Selat Hormuz.
Pada momen yang sama, Presiden Donald Trump dilaporkan menolak draf kesepakatan damai yang tengah diupayakan bersama dengan pihak Teheran.
Berikut adalah rincian nominal penawaran emas batangan Antam pada hari ini:
Emas ukuran berat 0,5 gram dilepas dengan harga Rp 1,437 juta
Emas ukuran berat 1 gram dilepas dengan harga Rp 2,774 juta
Emas ukuran berat 2 gram dilepas dengan harga Rp 5,488 juta
Emas ukuran berat 3 gram dilepas dengan harga Rp 8,207 juta
Emas ukuran berat 5 gram dilepas dengan harga Rp 13,645 juta
Emas ukuran berat 10 gram dilepas dengan harga Rp 27,385 juta
Emas ukuran berat 25 gram dilepas dengan harga Rp 67,962 juta
Emas ukuran berat 50 gram dilepas dengan harga Rp 135,845 juta
Emas ukuran berat 100 gram dilepas dengan harga Rp 271,612 juta
Emas ukuran berat 250 gram dilepas dengan harga Rp 678,765 juta
Emas ukuran berat 500 gram dilepas dengan harga Rp 1,357,320 miliar
Emas ukuran berat 1.000 gram dilepas dengan harga Rp 2,714,600 miliar