JAKARTA – Kondisi harga emas Antam stagnan pada perdagangan hari ini meskipun harga emas dunia anjlok cukup dalam akibat penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat.
Pasar logam mulia domestik menunjukkan pergerakan yang tidak selaras dengan tren koreksi di pasar internasional pada akhir pekan ini.
"Harga emas Antam stagnan di level 1.343.000 rupiah per gram, sementara harga emas dunia anjlok hingga ke bawah level 2.300 dolar per troy ons," lapor tim analis sebagaimana dilansir dari bloombergtechnoz.com, Jumat (24/4/2026).
Ibrahim Assuaibi berpendapat bahwa bertahannya harga emas dalam negeri disebabkan oleh pelemahan nilai tukar rupiah yang menahan dampak penurunan harga global.
Tekanan pada harga emas dunia dipicu oleh ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga yang tetap tinggi dalam waktu lebih lama.
Para investor saat ini cenderung beralih ke aset likuid lainnya sambil menunggu kepastian data inflasi terbaru.
"Meskipun pasar global mengalami aksi jual yang masif, permintaan fisik di dalam negeri tetap memberikan bantalan bagi harga emas batangan lokal," papar tim riset, sebagaimana dilansir dari bloombergtechnoz.com, Jumat (24/4/2026).
Pecahan 0,5 gram masih dibanderol pada kisaran 721.500 rupiah bagi masyarakat yang ingin mencicil aset aman secara rutin.
Untuk satuan yang lebih besar seperti 100 gram, harganya tetap bertahan pada angka 128.512.000 rupiah tanpa mengalami perubahan signifikan.
Harga jual kembali atau buyback juga dilaporkan tidak mengalami pergeseran dari angka 1.238.000 rupiah per gram.
Perbedaan pergerakan antara pasar lokal dan global ini sering terjadi saat volatilitas mata uang sedang berada pada puncaknya.
Sebaiknya pengawasan terhadap grafik harga tetap dilakukan secara intensif mengingat potensi perubahan harga yang bisa terjadi sewaktu-waktu.