JAKARTA – Monitoring nilai tukar rupiah ke dolar AS pada 4 bank besar seperti BCA, Mandiri, BNI, dan BRI menunjukkan variasi harga beli serta jual pada Jumat 24 April 2026.
Pasar valuta asing domestik bergerak dinamis mengikuti perkembangan data ekonomi global yang dirilis menjelang akhir pekan.
"Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS di pasar spot memang mengalami fluktuasi, namun ketersediaan likuiditas di perbankan tetap terjaga dengan baik," ujar Perry Warjiyo, sebagaimana dilansir dari kontan.co.id, Jumat (24/4/2026).
Perry Warjiyo berpendapat bahwa perbankan nasional terus menyesuaikan kurs referensi mereka berdasarkan pergerakan real-time di pasar uang internasional.
Perbedaan selisih antara harga beli dan harga jual di setiap bank dipengaruhi oleh kebijakan internal masing-masing lembaga keuangan.
Nasabah perlu memperhatikan jenis kurs yang digunakan, baik itu kurs e-rate, TT counter, maupun bank notes untuk mendapatkan nilai terbaik.
"Bagi masyarakat yang ingin melakukan transaksi valas, disarankan untuk selalu mengecek update terbaru di laman resmi masing-masing bank karena perubahan bisa terjadi sewaktu-waktu," jelas manajemen perbankan, sebagaimana dilansir dari kontan.co.id, Jumat (24/4/2026).
Hingga siang hari, rata-rata bank besar menetapkan harga jual mata uang negeri paman sam tersebut pada kisaran 16.000 rupiah.
Posisi cadangan devisa yang stabil memberikan sentimen positif bagi penguatan mata uang garuda dalam jangka menengah.
Pelaku usaha yang memiliki ketergantungan pada impor bahan baku biasanya memantau ketat pergerakan angka-angka ini untuk menentukan strategi hedging.
Intervensi otoritas moneter di pasar DNDF tetap menjadi pilar utama dalam menjaga volatilitas agar tidak melompat terlalu tajam.
Secara umum, fundamental ekonomi Indonesia yang tetap solid membantu menahan tekanan jual yang masif dari investor asing.